Rabu 08 Juli 2020, 11:35 WIB

Harga Rapid Test Rp150 Ribu, Pakar: Jangan Dikomersialisasi

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Harga Rapid Test Rp150 Ribu, Pakar: Jangan Dikomersialisasi

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pelaksanaan rapid test covid-19.

 

PEMERINTAH telah memutuskan batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antibodi ialah Rp150 ribu. Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, meminta pemerintah untuk tidak mengkomersilkan layanan kesehatan.

"Layanan Kesehatan itu public good. Negara tak boleh membiarkan komersialisasi layanan kesehatan. Betapa terlambat, Dirjen Yanmed yang menetapkan biaya tes cepat antibodi maksimal Rp150 ribu. Bagaimana dengan biaya tes PCR?" kata Pandu dalam cuitanya @drpriono, Jakarta, Rabu (8/7).

Baca juga: Pengemudi Ojol di Depok Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Pandu menegaskan, rapid test untuk antibodi tidak mendeteksi seseorang memiliki virus atau tidak. Menurutnya, itu hanya mendeteksi antibodi yang berada selama 7-10 hari setelah terinfeksi virus. Ia menganjurkan seseorang untuk lakukan test PCR.

"Ini yang penting, tak boleh lagi rapid test untuk skrining atau tes massal untuk prasyarat perjalan, sekolah. Anda perlu tes swab lain menggunakan PCR," kata Pandu saat dikonfirmasi.

Pandu juga menyebut adanya keputusan pemerintah bakal mendapat perlawanan dari pihak yang selama ini menjual belikan alat rapid test Covid-19.

Diketahui adanya patokan tarif rapid test tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/2875/2020. SE yang ditandatangani Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo itu ditetapkan bahwa besaran tarif berlaku bagi masyarakat yang melakukan tes atas permintaan sendiri.

"Ini pasti ada perlawanan dari pedagang rapid test yang sudah menyetok dan harap untung banyak," pungkas Pandu. (OL-6)

Baca Juga

MI/VICKY GUSTIAWAN

Politikus PPP Dukung Pembukaan Sekolah di Zona Hijau

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 11:05 WIB
Politikus Partai Persatuan Pembangunan Hasbiallah Ilyas mendukung pembukaan sekolah tatap muka di zona hijau...
Antara/Muhammad Adimaja

Pedagang Pujasera Blok S Positif Covid-19, Puluhan Kios Tutup

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 10:15 WIB
Sebanyak empat pedagang Pujasera Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dinyatakan positif covid-19. Akibatnya kios-kios di tempat...
AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN

Cegah Covid-19, DKI: Lomba 17-an Dibuat Virtual Saja

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 10:00 WIB
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengimbau kepada warga untuk membuat lomba saat hari ulang tahun ke-75 Republik Indonesia pada 17...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya