Rabu 08 Juli 2020, 06:37 WIB

Yudi Latif: Negara Berketahanan Budaya Mampu Atasi Pandemi

Yudi Latif: Negara Berketahanan Budaya Mampu Atasi Pandemi

MI/ BARY FATHAHILAH
Yudi Latif

 

MANTAN Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latif memaparkan keberhasilan sejumlah negara dalam mengatasi krisis akibat pandemi covid-19 karena memiliki ketahanan budaya yang kuat, seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang.
  
"Kita lihat covid ini, meskipun virusnya sama, tapi dampaknya ke berbagai negara itu beda-beda. Ada negara yang parah banget, ada negara yang cepat recovery. Apa yang membedakan? Coba perhatikan, jarak dari Wuhan (China) itu ke negara-negara Asia Timur begitu dekat, Taiwan survive cepat. Korea pulih cepat, Jepang punya kemampuan begitu cepat," katanya dalam pernyataan secara tertulis, di Jakarta, Rabu (8/7).
  
Hal tersebut disampaikan Yudi saat menjadi pembicara webinar bertajuk Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Agama dan Kebudayaan, Selasa malam (7/7), yang diinisiasi DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK). Namun, kata dia dengan jarak ribuan mil dari Wuhan ke benua Amerika  menyebabkan Amerika Serikat tidak bisa segera keluar dari krisis akibat pandemi covid-19.
  
Ia mengatakan negara yang dipimpin Donald Trump itu sampai terseok-seok melawan pandemi covid-19 hingga saat ini dan belum ada indikasi negara adikuasa tersebut keluar dari krisis. Padahal pemerintah Negeri Paman Sam tersebut sudah melakukan banyak hal untuk keluar dari krisis.
  
"Satu hal yang bisa kita identifikasi bahwa negara-negara yang punya ketahanan budaya dalam hal ini national identity akurat itu memiliki kesanggupan untuk menghadapi krisis. Misalnya, Jepang, Korsel, Taiwan, Vietnam, New Zealand (Selandia Baru), Jerman. Negara-negara dengan national identity-nya yang kuat itu mampu mengatasi ancaman krisis secara lebih efektif," terang Yudi. 
  
Yudi menjelaskan psikolog sudah mengatakan bahwa setiap orang berbeda-beda kemampuannya menghadapi krisis, demikian pula negara.  

"Jadi, kemampuan orang punya moral perfect, kepercayaan diri, punya ketahanan dalam pressure, kemudian tidak cepat patah. Itu ego-strength yang memengaruhi orang dalam menghadapi krisis. Ego-strength dalam kedirian kolektif harus bergerak dengan national identity," sebut Yudi.
  
Untuk menghadapi krisis, kata dia, perlu dibangun identitas nasional yang menjadi menjadi kebanggaan bersama sehingga negara-negara tersebut, termasuk Indonesia dapat melewati berbagai macam tantangan.
  
"Jadi, negara-negara national dignity, kebanggaan nasional yang kuat itu biasanya jauh lebih memiliki ketahanan menghadapi berbagai cobaan. Kita lihat misalnya Jepang dan Jerman sudah berkali-kali jatuh, berkali-kali dia dihadapi krisis, tapi selalu dia bisa bangkit cepat dan memimpin dunia," jelas Yudi.

baca juga: UU Penanganan Covid-19 Diuji ke MK
  
Selain itu, ia menyampaikan bahwa pandemi covid-19 harus dijadikan pelajaran yang cukup berharga untuk memperkuat identitas nasional secara kolektif karena di balik musibah maupun krisis selalu ada pelajaran dan hikmah.
  
Webinar itu selaon Yudi Latif, nara sumber lainnya adalah Guru Besar UIN Jakarta Azyumardi Azra, cendekiawan Daniel Dhakidae, dan budayawan Radhar Panca Dahana, dipandu Ketua Umum PGK Bursah Zarnubi sebagai moderator. (OL-3)


 

Baca Juga

Dok MI

Ini Alasan LPDP Tagih Veronica Koman Kembalikan Beasiswa

👤Henri Siagian 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 09:50 WIB
Setelah menjadi alumni, Veronica tidak memenuhi kewajiban kembali dan berkarya di Indonesia sehingga LPDP memberikan peringatan sampai...
MI/Permana

Jurnalis Senior Saur Hutabarat Dianugerahi Bintang Mahaputera

👤Henri Siagian 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 09:20 WIB
"Setelah Jokowi terpilih menjadi presiden, apakah Saur tidak pernah mengkritisi pemerintahan Joko Widodo? Sebagai jurnalis, Saur tetap...
DOK DPR RI

Anggota DPR RI Apresiasi Pemerintah Bantu UMKM

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 09:00 WIB
Politisi Partai Gerindra itu berharap, dengan alokasi anggaran dana sebesar Rp28,8 triliun untuk 12 juta penerima bantuan ini, bisa...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya