Rabu 08 Juli 2020, 05:57 WIB

Inspirasi Mereka Diharapkan Memantik Semangat Sesama

Gan/S1-25 | Humaniora
Inspirasi Mereka Diharapkan Memantik Semangat Sesama

DOK: KEMENDIKBUD
Inspirasi Mereka Diharapkan Memantik Semangat Sesama

 

NYOMAN Darta adalah Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bali Mandara, Bali. Ia merupakan salah satu contoh guru penggerak yang berhasil membawa para siswanya menempuh pendidikan hingga negeri seberang.

Meski ia mengaku awalnya tak mudah, namun Darta berhasil membuktikan bahwa setiap orang bisa sekolah dan sukses walaupun mempunyai kondisi sosial ekonomi yang rendah.

“Mendidik anak-anak kami memang tidak mudah. Mereka punya banyak hambatan, lahir dalam keluarga yang tidak har-monis, tidak memiliki fasilitas, beberapa bahkan terindikasi tidak mengonsumsi gizi yang cukup. Saya harus meyakinkan mereka bahwa semua hambatan itu harus dimusnahkan,” tutur Darta kepada Menteri Pendikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat diundang dialog interaktif dalam peluncuran program ‘Merdeka Belajar Episode 5 Guru Penggerak secara virtual, dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube Kemendikbud RI, Jumat (5/7).

Ia percaya bahwa pendidik bisa membangkitkan potensi muridnya meski mereka berasal dari kalangan ekonomi atau sosial kurang bagus. Untuk membangkitkan potensi muridnya, ia menerapkan beberapa cara agar anak didiknya punya semangat untuk sekolah.

Pertama, ia mengajak para murid bermimpi dengan menulis cita-cita di secarik kertas. Mereka tak hanya diminta menuliskan cita-cita dan harapan, murid juga diberikan selembar triplek untuk menuangkan berbagai hambatan yang mereka alami. Triplek tersebut kemudian dibakar untuk memberikan filosofi bahwa segala kesulitan telah dimusnahkan.

Darta lalu mengajak anak didiknya untuk berikrar dan yakin bahwa kemiskinan bu-kan penghalang untuk sukses.

“Murid juga berikrar untuk saling menjaga antarteman. Di sinilah saya perlu guru yang didasari oleh ketulusan, keikhlasan, cinta, dan kasih sayang dalam mendidik murid. Dari segi IQ, anak-anak kami memang tidak setinggi siswa di daerah lain, tapi kami tidak putus asa. Kami berinisiatif untuk mengadakan kegiatan yang bernama Foundation, di mana mengajarkan siswa dari dasar,” jelas dia.

Ia mengatakan, kepada siswa terlebih dahulu diajar-kan konsep dasar ilmu pengetahuan. Mulai dari berhitung, literasi, teknologi, riset, hingga presentasi. Setelah tiga bulan berjuang untuk membangun mindset positif pada anak, para guru SMAN 1 Bali Mandara baru mengajarkan pelajaran sesuai kurikulum.

“Kami yakin, semua anak bisa berkembang dengan me-maksimalkan potensi yang dimilikinya. Kami layani mereka sejak pukul 04.45 pagi hingga 10.00 malam untuk belajar,” kata Darta.

Darta pun membentuk komunitas praktik dan komunitas guru berbagi. Kemudian, komunitas tersebut mengem-bangkan program unggulan research base school (satu murid, satu riset). Ia pun rutin mendampingi guru-guru untuk terus mengembangkan diri dan saling membagi praktik.

Perjuangan Darta mem-buahkan hasil. Kini anak didiknya tak kalah bersaing dengan sekolah di daerah lain.

Ia berhasil membawa me-reka untuk mengemban pendidikan ke universitas terbaik di Indonesia. Tak hanya itu, beberapa di antara mereka bahkan sudah melanjutkan kuliah di Amerika, Australia, India, dan Jepang. “Harapan kami, semoga dari hal kecil yang kami lakukan ini, kami bisa mengubah status sosial ekonomi mereka. Hingga mereka bisa menjadi versi terbaik dan terpandang di kemudian hari.” tutup Darta.

Melakukan transformasi

Perjuangan memperbaiki kualitas pendidikan juga di-lakukan Kepala Sekolah SDN 9 Masohi, Maluku Tengah Mariance Wila Dida atau yang akrab dipanggil Ibu An pun sejak 2016. Ia telah melakukan transformasi di sekolah yang dipimpinnya.

Kini sekolah SDN 9 Masohi menjadi sekolah ramah anak untuk mendukung pembela-jaran siswa.Meski awalnya hanya didukung beberapa guru, namun An tidak patah semangat. Ia terus menanamkan kedi-siplinan pada siswa tanpa harus melakukan kekerasan.

Setelah menjalani penerapan disiplin positif dan pembelajaran aktif berpusat pada murid, ia melihat dampak positif pada murid dan guru.

Kini, Ibu An adalah Penggerak Komunitas Sekoah Ramah Anak di Maluku Tengah yang mendampingi sekolah-sekolah di Masohi untuk bertransformasi menjadi sekolah ramah anak. “Kini hasilnya murid bisa menyelesaikan konfl ik tanpa kekerasan, saling menyapa, murid bersemangat, dan man-diri belajar,” kata dia. Upaya ibu An dan Darta ini ternyata sudah dilakukan jauh sebelum program medeka belajar episode 5 ini resmi diluncurkan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan, apa yang dilakukan Ibu An dan Pak Darta untuk menginspirasi bukan hanya komunitas sekitar sekolah mereka. Tetapi menginspirasi dirinya sebagai Menteri menjadi jauh lebih semangat melihat aktivitas-aktivitas yang dilakukan Ibu An dan Pak Darta.

“Satu hal yang saya lihat dari cara bicara ibu An dan Pak Darta, berapa kali menyebut untuk anak, untuk anak. Untuk anak ini salah satu ‘benang merah’ yang saya tarik dari semua guru penggerak atau kepala sekolah penggerak,” kata Nadiem.

“Saya melihat orientasi kepada anak yang luar biasa, seperti obsesi. Semua itu ya untuk anak dan pada saat kita mengerahkan paradigm itu pada anak,” lanjut dia.

Ia mengatakan, keberhasilan dua kepala sekolah diharapkan bisa memberikan semangat seluruh guru untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan di Indonesia. Sebab, menjalankan aktivitas menjadi guru penggerak, tentunya tidak mudah karena dibutuhkan keihklasan yang datang dari hati, karena mereka memiliki tanggung jawab yang lebih dari status guru sebelumnya.

“Sebagai guru penggerak harus berani melakukan perubahan dan berani mengambil resiko dalam berinovasi untuk menjadi pemimpin pendidikan masa depan dan menjadi roda perubahan pada system pendidikan di Indonesia,” tambah Nadiem.

Dengan diluncurkannya Prog ram Merdeka Belajar Episode 5 Guru Penggerak, ia berharap dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Indonesia dan semakin banyak calon guru penggerak yang terlibat. Selain itu, program-program yang dijalankan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. (Gan/S1-25)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Merokok Meningkatkan Potensi Terjangkit Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 06:48 WIB
Banyak studi yang telah dilakukan, potensi perokok terjangkit Covid-19 bisa dua sampai tiga kali lebih tinggi dari yang bukan perokok. Asap...
DOK DENPASAR 12

Pandemi Ancam Kesehatan Jiwa Masyarakat

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 06:30 WIB
Orang muda berpotensi lebih besar mengalami gangguan cemas menyeluruh (GCM). Orang yang menghabiskan banyak waktu membahas pandemi juga...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Sekolah Diimbau Berani Buka Tutup

👤Bay/H-1 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 06:20 WIB
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengimbau agar unit pendidikan ke depannya harus terbiasa dengan sistem buka...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya