Selasa 07 Juli 2020, 23:30 WIB

BMKG : Aktivitas Gempa di Lebak dan Sukabumi Meningkat

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
BMKG : Aktivitas Gempa di Lebak dan Sukabumi Meningkat

BMKG
Lokasi episentrum gempa Lebak, Banten, Selasa (7/7).

 

AKTIVITAS kegempaan di Lebak, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat, meningkat selama beberapa bulan terakhir. Adapun gempa yang dirasakan di wilayah itu pada Selasa, 7 Juli 2020 dipastikan tidak saling menjalar dan memicu.

"Memang beberapa bulan terakhir itu memang kawasan Lebak dan Sukabumi itu terjadi peningkatan aktivitas kegempaan," terang Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono ketika dimintai keterangannya Selasa (7/7).

Gempa magnitudo 5,4 mengguncang Kabupaten Lebak pada Selasa, (7/7) pukul 11.44 WIB. Titik koordinat gempa berada di 6,69 Lintang Selatan (LS) dan 106,14 Bujur Timur (BT) dan gempa terjadi di 18 km barat daya Rangkasbitung. Gempa berpusat pada kedalaman 82 km dan tidak menimbulkan gelombang tsunami.

Ia menjelaskan, gempa Lebak memang cukup kuat dirasakan hingga ke beberapa wilayah lainnya dipicu deformasi batuan pada subduksi lempeng Indo-Australia yang menghunjam bagian bawah lempeng Eurasia, hingga terjadi patahan di kedalaman 87 km. Peristiwa ini menyebabkan pancaran gelombang sismik serta efek yang kuat.

"Batas elastisitas yang sudah tidak bisa ditolerir lagi sehingga patah. Oleh karena itu, setiap gempa mekanismenya seperti itu jadi tidak ada gempa itu saling menjalar dan saling picu tetapi yang pasti ini memiliki sumber gempa sendiri dan rilis sendiri energinya di gempa tersebut," ujar Daryono.

Terasa sampai Jakarta
Daryono menuturkan, kekuatan gempa yang mencapai IV MMI ini dapat membuat perabotan rumah berbunyi seperti di daerah Lebak, Cihara, Rangkasbitung, Pandeglang, Malingping, Cibeber, Banjarsari dan Sukabumi serta Jakarta Depok dan Bandung

"Jadi di Jakarta terasa kuat karena efek tanah lunak di Jakarta yang tebal itu sampai terjadi resonansi dan menimbulkan guncangan, hampir yang semua tinggal di gedung bertingkat merasakannya," lanjutnya.

Dalam situasi pendemi Covid-19, ia berharap kondisinya akan selalu aman namun jika terjadi fenomena yang tidak dikehendaki, misalnya gempa tentunya masyarakat diimbau tetap menjaga protokol kesehatan. Apalagi jika terjadi evakuasi tetap menjaga jarak, physical distacing kemudian tetap menggunakan masker.

"Kita berharap efek dari bencana tidak bertambah dengan meluasnya pendemi ini," pungkasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menegaskan, gempa hari ini tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material. Namun, pihaknya tetap mewaspadai gempa susulan dengan menyiagakan peralatan evakuasi untuk mengurangi risiko kebencanaan. (Ant/H-2)

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Diminta Penuh Kehati-hatiaa

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 23:22 WIB
"Jangan sampai karena sekolah dibuka dan mayoritas siswa masuk sekolah, mereka yang memilih untuk tetap di rumah jadi...
Medcom.id

Sebaiknya Tunda Dulu Menyapih Anak Selama Pandemi, Ini Alasannya

👤Astri Novaria 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 22:37 WIB
Sebab, kata Nia, hingga saat ini dari banyak penelitian tidak ada transmisi Covid-19 melalui...
Ilustrasi

Bepergian, Salah Satu Masalah saat Harus Menyusui

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 22:07 WIB
Kendala utama dalam melakukan kegiatan menyusui muncul ketika sedang...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya