Rabu 08 Juli 2020, 00:55 WIB

Wilayah Melbourne kembali Ditutup

Wilayah Melbourne kembali Ditutup

AFP
Wilayah Melbourne kembali ditutup

 

OTORITAS Negara Bagian Victoria, Australia, kembali menerapkan penutupan wilayah terhadap Kota Melbourne dan beberapa kota lainnya menyusul kasus covid-19 yang terus meningkat. Lockdown di kota terbesar kedua di Australia itu akan dilakukan selama enam pekan ke depan.

“Kami saat ini dalam banyak hal berada dalam posisi yang lebih berbahaya, menantang dan berpotensi tragis daripada beberapa bulan yang lalu,” kata Gubernur Victoria Daniel Andrews.

Pembatasan aktivitas kali ini pun lebih ketat daripada yang diberlakukan selama penutupan pertama yang dimulai pada Maret lalu. Warga negara Australia dan penduduk tetap yang kembali dari luar negeri diharuskan untuk menghabiskan 14 hari untuk dikarantina. Restoran dan kafe akan kembali ditutup atau dilayani secara daring.

Tempat-tempat hiburan lain pun kembali ditutup. Sekitar 3.000 warga dari sembilan perumahan publik diberi waktu 1 jam untuk menyiapkan segala kebutuhan. Mereka akan dilarang meninggalkan apartemen selama setidaknya lima hari.

“Untuk enam minggu, bila Anda berada di wilayah ini, hanya ada empat alasan untuk meninggalkan rumah, yaitu belanja makanan dan kebutuhan penting lainnya, perawatan kesehatan, latihan harian, bekerja dan belajar bila tidak dapat dilakukan di rumah,” ujar Andrews.

Dengan 26 juta populasi, Victoria telah mencatat sekitar 8.500 kasus dan 106 kematian akibat covid-19. Rumah sakit AS kewalahan Di Amerika Serikat, para pejabat memperingatkan tentang bagaimana rumah-rumah sakit sedang kewalahan akibat meningkatnya kasus virus korona baru.

Angka kematian nasional meningkat mendekati 130.000 dari 2,8 juta kasus yang dikonfirmasi, dan banyak negara bagian mengalami peningkatan kasus infeksi setelah pembukaan wilayah.

“Rumah sakit di Harris County, Houston, dan 33 kota lainnya dalam kapasitas lonjakan. Seluruh tempat tidur terisi,” kata Lina Hidalgo, Kepala Eksekutif Harris County, di Texas.

Wali Kota Austin, Steve Adler, juga prihatin atas kemungkinan gagalnya pelayanan sistem perawatan kesehatan di saat covid-19 menyebar dengan cepat. (AFP/Van/Hym/X-11)

Baca Juga

Thehill

Pfizer Teken Kontrak untuk Produksi Antivirus Remdesivir

👤Antara 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 22:43 WIB
Melalui kontrak tersebut pihak perusahaan dapat meningkatkan pasokan...
AFP

Bocorkan Rahasia Dagang Google, Mantan Insinyur Dipenjara

👤Antara 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 22:37 WIB
Kasus itu terjadi sebelum Anthony Levandowski menjabat kepala divisi di UBER pada...
AFP

58 Ribu Orang Teken Petisi agar Libanon di bawah Mandat Prancis

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 20:08 WIB
Petisi itu berisikan keinginan untuk menempatkan Libanon di bawah mandat Prancis selama 10 tahun ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya