Selasa 07 Juli 2020, 22:20 WIB

Pengamat: Reshuflle, Obat Pahit Terbaik Jokowi Menuju New Normal

Muhamad Fauzi | Politik dan Hukum
Pengamat: Reshuflle, Obat Pahit Terbaik Jokowi Menuju New Normal

Istimewa
Pengamat politik Saiful Anam dari Universitas Nasional.

 

PENGAMAT politik dan hukum dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta Saiful Anam mengatakan, ungkapan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno saat mengatakan "reshufle tidak lagi relevan", guna menanggapi adanya rumor reshuflle menunjukkan kegalauan.

Dari gestur tubuh dan gerakannya, kata Saiful, Pratikno terkesan seperti orang yang sedang galau. Bahkan, Pratikno terkesan menyembunyikan sesuatu yang sulit untuk ia ungkapkan.

Sejatinya, menurut Saiful Anam, Presiden Jokowi membutuhkan menteri Kabinet Indonesia Maju yang punya karakter asli sebagai pekerja keras, cepat, tanggap, responsif, jujur dan ikhlas. Persis seperti gayanya Jokowi, yang bekerja demikian aktif, tidak perlu dipecut dulu baru tambah kecepatan. Menteri Jokowi jangan seperti itu, dipecut keras dulu baru loncat dan berlari.

"Gestur tubuh Pratikno saat menyampaikan adanya reshuflle terkesan tidak nyaman. Seperti melakukan pengobatan secara simtomatik, hanya menutupi borok luka untuk membuat senang sesaat atau seperti sembuh. Padahal di dalamnya semakin parah. Sebagai sahabat lama Jokowi, Pratikno, sedang berusaha semampunya menghibur para menteri yang sedang dag dig dug menunggu reshuflle yang akan terjadi," ujar Saufil Anam dalam pesan Whatsappnya, Selasa (7/7)

Secara psikologi, masih kata Saiful Anam, menteri yang bergerak setelah dipecut, hanya akan bekerja sesaat ketika beritanya sedang trend dan populis. Setelah itu kembali lagi keasal sesuai karakter aslinya, lamban dan minim prestasi.

"Saya memahami bahwa reshuflle merupakan hak prerogatif Presiden, namun reshufle adalah obat pahit terbaik yang tersedia saat ini. Tidak bagus dan tidak maksimal, jika ada menteri yang dipecut dulu baru bekerja. Alangkah baiknya, pada saat pancaroba menuju new normal ini, Presiden Jokowi segera melakukan reshuflle dan mengganti menterinya dengan tokoh yang berkompeten pada bidangnya. Akan lebih bagus lagi, Presiden Jokowi mengangkat menteri dari kalangan relawan yang membantunya saat Pilpres 2019 lalu, karena mereka sudah jelas pasti loyalitas dan militansinya," ungkapnya.

Baca Juga: Kinerja Menteri Membaik, Pratikno: Reshuffle sudah tidak Relevan

Saiful Anam, mengungkapkan, bahasa tubuh seperti gerakan jemari dan bola mata Pratikno saat menanggapi adanya reshuflle terlihat jika dirinya bingung dan terkesan menutupi sesuatu, atau kemungkinan keadaan yang sesungguhnya.

Lebih lanjut Saiful Anam menambahkan, apa yang disampaikan Pratikno seperti meluruskan bambu tua yang sudah bengkok. Perilaku orang yang tidak akan dapat berubah secara drastis. Ada pepatah mengatakan "kecil terajar ajar, dewasa terbawa-bawa dan tua tidak berubah".

"Selain itu kan selama ini Pratikno kurang terlihat fungsinya, dia tidak lebih hanya seperti staff Presiden, tidak banyak yang diyberikan terkait problem kebangsaan".

Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengatakan isu reshuffle kabinet saat ini sudah tidak relevan. Pratikno menyebut teguran keras Presiden Jokowi sudah direspons dengan kinerja positif menterinya.

"Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle? Intinya begitu. Tentunya dengan progres yang bagus ini isu reshuffle tidak relevan sejauh bagus terus. Sekarang sudah bagus dan semoga bagus terus. Tentu saja kalau bagus terus ya nggak ada isu, nggak relevan lagi reshuffle," ujar Pratikno yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/7/2020). (OL-13)

Baca Juga: Survei: Tidak Puas, Masyarakat Ingin Reshuffle Kabinet

Baca Juga

MI/ROMMY PUJIANTO

Eks Kepala LP Sukamiskin akan Disidang di Bandung

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:15 WIB
Dalam perkara sebelumnya yang juga berkaitan dengan suap fasilitas di LP Sukamiskin, Wahid Husein divonis delapan tahun...
MI/INDRIYANI ASTUTI

KY : Calon Hakim Agung Harus Sertakan Pakta Integritas

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 15:50 WIB
Pakta integritas berupa komitmen berperilaku jujur untuk seleksi kualitas yang dilakukan secara...
Dok: Setwapres

Wapres Sebut Lebih dari 50 Persen Jabatan Birokrasi Terpangkas

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 15:17 WIB
Penyederhanaan birokrasi harus dilakukan dengan tetap memperhatikan pelaksanaan tugas dan fungsi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya