Selasa 07 Juli 2020, 17:05 WIB

KNPI Kabupaten Bogor Minta Bulog Perbaiki Beras Bansos

mediaindonesia.com | Nusantara
KNPI Kabupaten Bogor Minta Bulog Perbaiki Beras Bansos

Istimewa
Rombongan KNPI Kabupaten Bogor seusai melaporkan temuan beras bansos Bulog kurang berkualitas di kantor Perum Bulog, Jakarta.

 

KOMITE Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memahami langkah penghentian kerjasama antara Pemkab Bogor dengan Perum Bulog terkait pengadaan beras untuk bantuan sosial (bansos). Sebab, KNPI juga menemukan beras bansos dari Bulog di wilayah Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi kualitasnya mengecewakan.

"Kita ketahui bersama Pemkab Bogor sudah menghabiskan dana Rp189,7 miliar lebih untuk membeli 18.000 ton beras yang dibagikan ke masyarakat yang terdampak Covid," ungkap Ketua KNPI Kabupaten Bogor Hasyemi Faqihudin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7).

Menurut Hasyemi, anggaran pengadaan beras yang dibeli dari Bulog itu bukan kecil. Sayangnya, banyak warga yang mengeluhkan kualitas berasnya jauh dari harapan. "Ya seharusnya harga beras Bulog Rp10.450/kg untuk bansos itu harusnya layak dikonsumsi, tapi laporan yang kami terima berasnya berwarna coklat, berkutu, mungkin beras stok lama," ujar dia.

Sebelum Pemkab Bogor memutuskan kerjasama dengan Bulog, ungkap Hasyemi, pihaknya mendatangi Perum Bulog di Jalan Gatot Subroto 49 Jakarta pada Kamis tanggal 2 Juli lalu. Ditemui Sekretaris Perusahaan Bulog Awaludin Iqbal di ruang kerjanya.

Baca Juga: Paksakan Serapan Terlalu Banyak Picu Beras Bulog Rusak

"Kami membawa dua sample beras bansos dari Bulog, meminta agar Perum Bulog memperhatikan kualitas berasnya yang dibeli oleh pemerintah daerah. Saat itu pak Iqbal berjanji akan memperhatikan permintaan kami," ujar Hasyemi.

Rombongan KNPI Kabupaten Bogor, jelas dia, berdiskusi panjang dengan Sesper Bulog Awaluddin Iqbal terkait masalah kualitas beras ini, sebagaimana tercantum dalam UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan.

“Intinya kami meminta bagaimana Bulog kedepan untuk menjaga kualitas beras, karena hal ini dirasa perlu terkait implementasi UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan," ujarnya..

Kondisi terpenuhinya kebutuhan Pangan dan Gizi menjadi hal yang sangat penting. Yakni tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, memenuhi kecukupan Gizi, merata dan terjangkau. (OL-13)

Baca Juga: Bulog harus Tingkatkan Mutu Beras

Baca Juga

ANTARA/Ho Astra Cipali

Ini Kronolgi Kecelakaan di Tol Cipali yang Tewaskan 8 Orang

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 10 Agustus 2020, 12:21 WIB
Kecelakaan tersebut terjadi pada jam 03.30 WIB di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Km 184.300, tepatnya di Desa Ciwaringin, Kecamatan...
ANTARA/FB Anggoro

Pemkot Pekanbaru Gelar Razia Masker

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 10 Agustus 2020, 10:49 WIB
Warga yang kedapatan tidak memakai masker dikenakan sanksi denda uang sebesar Rp250 ribu untuk motor roda dua, dan Rp1 juta untuk mobil...
MI/Rendy Ferdiansyah

103 Titik Panas Bertebaran di Babel, BPBD Siaga

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Senin 10 Agustus 2020, 10:18 WIB
"Untuk Senin (10/8) ini, titik panas terpantau satelit terbanyak ada di Kabupaten Bangka Selatan 42 titik, total keseluruhan 103...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya