Selasa 07 Juli 2020, 17:03 WIB

Warga Kota dan Kabupaten Sukabumi Rasakan Gempa Magnitudo 5,4

Benny Bastiandy | Nusantara
Warga Kota dan Kabupaten Sukabumi Rasakan Gempa Magnitudo 5,4

Medcom.id
ilustrasi gempa

 

SEJUMLAH warga di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sempat dikagetkan terjadinya getaran gempa, Selasa (7/7) sekitar pukul 11.44 WIB.

Meskipun berlangsung hanya beberapa detik, tetapi warga yang sedang berada di dalam rumah memilih keluar karena khawatir gempa berlangsung cukup lama.

Seperti dialami Nia Kurniati, 39, warga Kampung Nangela, Kelurahan/Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Saat terjadi gempa, ia sedang berada di dalam rumah.

"Waktu itu kepala terasa pusing. Lampu di rumah sedikit bergoyang. Saya langsung lari ke luar rumah. Takut," kata Nia, Selasa (7/7).

Di luar rumah, kata Nia, tetangganya pun banyak yang berada di luar rumah saat terjadi gempa. Nia cukup lama berdiam di rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.

"Lumayan besar sih getarannya, tapi tidak berlangsung lama," ungkapnya.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo 5,4 terjadi sekitar pukul 11.44 WIB. Lokasi gempa berada di 6.68 Lintang Selatan, 106.16 Bujur Timur (37 kilometer Tenggara Pandeglang-Banten) berkedalaman 84 kilometer.

Hal sama dirasakan Mahmudi, 55, warga Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Ia merasakan getaran cukup besar.

"Di Waluran getarannya cukup besar. Mudah-mudahan tidak ada yang terdampak," jelasnya.

Baca juga: Gempa Jepara-Banten, Lempeng Indo-Australia Generator Gempa Kuat

Pun di Pasar Cibadak, aktivitas pedagang dan pembeli sempat terhenti beberapa saat ketika terjadi getaran gempa. Mereka sempat berhamburan ke luar dari dalam pasar.

"Iya, tadi di dalam pasar sempat pada keluar. Tapi (getaran) hanya sebentar," kata Suhendi Soek, 53, pedagang daging sapi di Pasar Cibadak.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani, mengatakan langsung berkoordinasi dengan petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) di semua wilayah di Kabupaten Sukabumi. 

Sementara ini, kata Anita, dari laporan P2BK di lapangan, belum dilaporkan adanya fasilitas atau bangunan yang terdampak gempa bermagnitudo 5,4.

"Sampai sejauh ini BPBD belum menerima laporan (adanya dampak kerusakan) dari P2BK," kata Anita saat dihubungi Media Indonesia melalui telepon selulernya.

Hanya saja, lanjut Anita, getaran gempa bermagnitudo 5,4 dirasakan hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Sukabumi. BPBD terus memantau perkembangan pascagempa tersebut.

"Kami punya alat Waring Receiver System bantuan dari BMKG untuk memantau gempa," pungkas Anita. (A-2)
 

Baca Juga

dok polda jatim

Kapolda Mohon Restu Kyai Ponpes Tangguh Al Amien Prenduan Sumenep

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 13:30 WIB
Polda Jatim juga menggelar bakti sosial (baksos) di Pondok Pesantren Baitun Naim Jalan Kedung Pengkol V Nomor 1-5...
MI/Dwi Apriani

Bupati Ogan Ilir Sembuh dari Covid-19

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 12:56 WIB
Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam dinyatakan sembuh dari covid-19 pada 27 Juli lalu. Ia sudah diperbolehkan pulang pada Rabu (5/8) dan kini...
Dok Ilustrasi

Banyak Potensi Pelanggaran Pilkada di Tengah Pandemi

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 12:50 WIB
Bawaslu Provinsi Bangka Belitung menengarai banyak potensi pelanggaran yang kemungkinan akan terjadi dalam Pilkada ini, seperti pemilih...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya