Selasa 07 Juli 2020, 16:14 WIB

Terkendala Dana, Pembangunan Tol Trans Sumatra Baru 14%

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Terkendala Dana, Pembangunan Tol Trans Sumatra Baru 14%

Antara/Iggoy el Fitra
Foto udara pembangunan konstruksi ruas jalan Tol Padang-Sicincin, yang masuk dalam bagian Tol Trans Sumatra.

 

PEMBANGUNAN Tol Trans Sumatra baru mencapai 14%. Dari rancangan proyek sepanjang 2.878 kilometer (km), yang sudah terbangun sekitar 393 km.

Adapun, pengerjaan proyek baru menyasar 1.194 km. Rencananya, Tol Trans Sumatra membentang dari wilayah Aceh hingga Lampung.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan aspek pendanaan menjadi kendala yang menghambat pembangunan jalan tol.

Baca juga: Presiden Perintahkan Cari Pembiayaan Alternatif Tol Trans-Sumatra

Untuk membangun tol sepanjang 2.878 km, pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 triliun. Namun hingga saat ini, anggaran yang terkumpul baru Rp 113 triliun. Itu berasal dari dukungan pemerintah, komitmen perbankan, serta Penyerataan Modal Negara (PMN) ke PT Hutama Karya (Persero).

"Itu termasuk untuk yang sudah terbangun. Sekarang masih kurang anggaran Rp 387 triliun untuk menyelesaikan seluruh proyek," ujar Basuki seusai rapat terbatas di Istana Merdeka, Selasa (7/7).

Dia menyebut Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terus melakukan komunikasi intensif. Tujuannya, merumuskan skema pembiayaan yang menarik bagi investor.

Baca juga: Tarif Tol Trans Sumatra Diklaim Lebih Murah Ketimbang Tol di Jawa

"Apakah akan dikeluarkan bond jangka panjang dengan jaminan pemerintah, itu sedang dibicarakan. Jadi, khusus Tol Sumatera ini memang masalahnya pendanaan," jelas Basuki.

Kondisi berbeda terjadi pada Tol Cisumdawu. Proyek yang menghubungan wilayah Bandung dan Bandara Kertajati tidak mengalami kendala pendanaan.

"Yang ada hanya masalah pembebasan lahan. Bapak Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) ditugaskan menangani. Karena bukan hanya soal harga, tapi juga ada masalah regulasi dan hukum. Jadi nanti ada tindakan dari Kementerian ATR," tutupnya.(OL-11)

 

 

Baca Juga

Antara/Nova Wahyudi

Pemerintah Tanggung Bea Masuk Impor Industri Terdampak Pandemi

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 29 September 2020, 22:45 WIB
PMK tersebut diterbitkan sebagai upaya Pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara, serta menjaga stabilitas...
AFP/Tauseef Mustafa

Pemerintah Buka Peluang Terapkan Rapid Test Antigen

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 29 September 2020, 20:46 WIB
"Kami baru saja mendapat kabar dari World health Organization (WHO) bahwa rapid tes antigen bisa menunjukkan hasil tes dalam waktu...
Antara/Adwit B Pramono

Besok Hingga 2 Pekan Ke depan, Tol Manado-Danowudu Gratis

👤Insi nantika Jelita 🕔Selasa 29 September 2020, 20:39 WIB
"Sosialisasi dua minggu ini sekaligus untuk menyiapkan perilaku berkendara masyarakat. Karena biasanya setelah jalan tol diresmikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya