Selasa 07 Juli 2020, 15:34 WIB

Curhat Dirut Garuda: Penerbangan ke Bali Cuma Diisi 20 Penumpang

Hilda Julaika | Ekonomi
Curhat Dirut Garuda: Penerbangan ke Bali Cuma Diisi 20 Penumpang

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/
Pesawat Garuda

 

DIREKTUR Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengatakan jumlah penerbangan rute tujuan Bali mengalami penurunan yang signifikan. Maskapai nasional tersebut kini hanya melayani satu penerbangan dengan penumpang maksimal 20 orang per penerbangan. Hal ini bisa terjadi lantaran masih diberlakukannya peraturan provinsi Bali di era tatanan new normal yang masih ketat.

Padahal sebelum pandemi Covid-19 Garuda Indonesia mampu melayani penerbangan setiap harinya mencapai 16 penerbangan dengan tujuan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

Baca juga: Terkait Jiwasraya, Sinarmas AM Kembalikan Uang Rp74 ke Negara

“Sebelum Covid-19 ini jadi kita punya penerbangan sampai 16 penerbangan ke Denpasar, hampir penuh terisi. Hari ini hanya satu dan isinya satu dan isinya hanya 15-20 orang saja,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI, Selasa (7/7).

Hal ini bisa terjadi lantaran ketatnya peraturan yang masih diberlakukan oleh pemerintah Provinsi Bali. Seperti, kewajiban memiliki dokumen bebas Covid-19 berbasis tes CPR bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke wilayah Bali ini.

Untuk itu, pihaknya tengah melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberikan lebih banyak relaksasi. Sehingga penerbangan ke Bali bisa lebih mudah dan diizinkan masuk ke Pulau Dewata tersebut.

“Hari ini memang kita kerja sama dengan para Pemda untuk memberikan lebih banyak relaksasi untuk masuk ke daerahnya mereka masing-masing,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pihaknya pun kini tengah diskusi dengan Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata, dan Kemenhub untuk membuka penerbangan langsung (direct flying) ke Denpasar, Bali. Layanan penerbangan langsung ke Bali ini untuk menggaet wisatawan asing dari beberapa negara seperti Perancis, Delhi, Mumbai, San Francisco, hingga Los Angeles. (OL-6)

Baca Juga

MI/Ramdani

Ada Bantuan untuk Gaji di Bawah Rp5 Juta, Ekonom: Tidak Tepat

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:55 WIB
Pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan pekerja yang terkena PHK atau dirumahkan. Nasib pekerja informal yang tidak terdata BPJS...
Istimewa

Menko Sebut Bantuan untuk Gaji di Bawah Rp5 Juta Disiapkan

👤RO/Micom 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:37 WIB
Pemerintah memberikan bantuan Rp600 ribu per bulan selama beberapa...
MI/Ramdani

Pemerintah Komitmen Kembangkan Industri Halal di KEK

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:23 WIB
Lebih lanjut dijelaskan untuk mengembangkan industri halal ini sudah mendapat keputusan dari Menteri Perindustria. Untuk membuka industri...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya