Selasa 07 Juli 2020, 10:11 WIB

Langgar Protokol Kesehatan Munculkan Klaster Baru di Semarang

Akhmad Safuan | Nusantara
Langgar Protokol Kesehatan Munculkan Klaster Baru di Semarang

ANTARA FOTO/Aji Styawan
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan ke sejumlah gedung di kompleks Balai Kota Semarang, Jateng, Kamis (11/6/2020)

 

MUNCULNYA klaster baru covid-19 di tiga perusahaan di kawasan industri Kota Semarang diduga tidak mematuhi protokol kesehatan. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang melanggar protokol kesehatan. Saat ini kasus covid-19 di Kota Semarang mencapai 979 orang, yakni 813 dari Kota Semarang dan 166 orag dari luar Kota Semarang.

Adapun di tiga perusahaan ada sekitar 200 orang positif covid-19. Untuk sementara tiga perusahaan meliburkan para karyawan untk mencegah penularan sekalian dilakukan sterilisasi dan penataan sesuai protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan berdasarkan penelusuran yang dilakukan terhadap ketiga perusahaan tersebut tidak melaksanakan protokol kesehatan. Penyebaran covid-19 bersumber pada alat peminda sidik jari untuk absen tanpa melakukan cuci tangan, dan makan bersama tanpa jaga jarak.

"Ini menhadi perhatisn serius, kami langsung turunkan tim untuk menelusuri dan melacak penyebaran baik di lingkungan perusahaan maupun keluarga pasien," kata Abdul Hakam.

Terbongkarnya kasus covid-19 di perusahaan itu setelah dilakuhan test rapid massal dan dilanjutkan test swab terhadap karyawan terpapar, Hasil dari uji laboratorium, ada sekitar 200 karyawan di tiga petusahaan itu positif covid-19

baca juga: Tingkat Kesembuhan Pasien Korona di Kota Sorong Capai 50 Persen

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara terpisah mengatakan akan memberikan sanksi pada perusahaan yang tidak menerapkan protokol kesehatan, karena dikhawatirkan terjadi penyebaran secara masif covid-19 di lingkungan petusahaan yang mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar.

"Di Kota Semarang ini ada sembilan kawasan industeri dengan ribuan pekerja. Jika  tidak lakukan protokol kesehatan secara ketat akan berdampak besar," ujar Hendrar Prihadi.

Selain akan diberikan sanksi, Wali Kota Semarang akan memanggil asosiasi pengusaha Kota Semarang untuk mengklarifikasi temuan itu sekaligus memberikan peringatan bahaya penyebaran covid-19 yang dapat menjadi ancaman serius. (OL-3)

Baca Juga

MI/Apul

PKK Pematangsiantar 'Gebrak' Rumah ke Rumah

👤Apul Iskandar 🕔Senin 10 Agustus 2020, 19:15 WIB
Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar, Syahputri Hefriansyah Boru Hutabarat membagikan masker ke rumah-rumah warga (door to door) di Kelurahan...
ANTARA/Harviyan Perdana Putra

26 Santri di Ponpes Magoyoso Pati Positif Covid-19

👤Haryanto Mega 🕔Senin 10 Agustus 2020, 19:12 WIB
"Itu sudah kita coba dampingi, sudah kita cek. Maka tadi, ya Pati, ya Jepara atau ada yang masih kosong. Kosong itu dalam arti tesnya...
MI/Martinus Solo

Sosialisasi Protokol Kesehatan di SMA/SMK di Waisai

👤Martinus Solo 🕔Senin 10 Agustus 2020, 19:10 WIB
Guna mencegah timbulnya klaster baru covid-19, Sekda Kabupaten Raja Ampat Papua Barat, Yusuf Salim dan Satgas Covid-19 terjun ke SMA dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya