Selasa 07 Juli 2020, 09:53 WIB

Hari Zoonosis Dunia, Kementan Adakan Kegiatan Sosialisasi Digital

mediaindonesia.com | Ekonomi
Hari Zoonosis Dunia, Kementan Adakan Kegiatan Sosialisasi Digital

Ist
Hari Zoonosis Sedunia diperingati setiap 6 Juli sebagai penghargaan kepada Louis Pasteur yang sukses melakukan vaksinasi penyakit rabies.

 

DIREKTORAT Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian RI (Kementan) bekerja sama dengan FAO (Food and Agriculture Organization) dan USAID (United States Agency for International Development) menyelenggarakan berbagai macam kegiatan sosialisasi edukasi soal zoonosis lewat platform digital.

Kegiatan tersebut dilaksakan sekaligus untuk memperingati Hari Zoonosis Sedunia yang jatuh setiap 6 Juli.

Hari Zoonosis Sedunia diperingati untuk memberikan penghargaan kepada ilmuwan Louis Pasteur yang sukses melakukan vaksinasi pertama penyakit rabies di Prancis pada anak yang digigit oleh anjing terinfeksi virus rabies di tanggal 6 Juli 1885.

Kegiatan memperingati Hari Zoonosis Sedunia ini juga didukung Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan dan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan dimulai sejak 1 Juli 2020 hingga 11 Juli 2020.

"Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan berupa penayangan infografis, live instagram, pengiriman whatsapp blast dan webinar, dengan mengangkat tema Melindungi Kesehatan Hewan untuk Menjaga Kesehatan Manusia," ujar Dirjen PKH Kementan, I Ketut Diarmita.

Dijelaskan Ketut, penayangan infografis tentang zoonosis sendiri mulai dilakukan sejak tanggal 1 Juli hingga 10 Juli 2020 melalui media sosial (Facebook, Instagram, Twitter).

Pemberian informasi tentang zoonosis ini akan dilakukan bertahap dan berkelanjutan, agar masyarakat lebih memahami akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya dan potensi penularan zoonosis bagi kesehatan hewan, manusia dan lingkungan.  

Pada tanggal 6 dan 10 Juli 2020 diadakan kegiatan live instagram, yang akan memberikan pemahaman mengenai sejarah Hari Zoonosis Sedunia, pengertian zoonosis, dan potensi zoonosis yang ada di sekitar manusia, serta mempromosikan kegiatan webinar nantinya.

"Sedangkan Whatsapp blast disebarkan ke grup Whatsapp pada tanggal 6 Juli 2020.  Informasi yang disampaikan terkait edukasi zoonosis sesuai dengan infografis yang ditayangkan melalui media sosial," paparnya.

Puncak acara kegiatan memperingati Hari Zoonosis Sedunia ini dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2020 nanti dengan penyelenggaraan webinar melalui zoom yang juga tersambung ke channel youtube. Webinar rencananya akan dilakukan dalam dua sesi. 

"Sesi pertama membahas tentang makanan sehat bebas bahaya zoonosis, sedangkan pada sesi kedua akan membahas tentang potensi zoonosis pada hewan peliharaan," tutup Ketut.

Diketahui, webinar ini akan diselenggarakan dalam bentuk bincang santai dengan beberapa narasumber, seperti dosen FKH IPB dan Komisi Ahli Keswan, Kesmavet, dan Karantina Hewan Kementerian Pertanian, Dr. Drh. Denny Widaya Lukman, MSi. 

Ada juga penerima Anugerah Cendekiawan Harian Kompas 2020, Drh. Tri Satya Putri Naipospos, M. Phil, Ph.D, Praktisi hewan kesayangan, Drh Nyoman Sakyarsih, serta Master Chef Top 3 Season 4, Yulia Baltschun. Public figure pemilik hewan kesayangan, Melly Goeslaw juga diagendakan hadir.

Sementara yang bertindak sebagai pembahas, yaitu Direktur Kesehatan Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan serta Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hdup dan Kehutanan. 

Pertemuan virtual ini juga direncanakan akan dibuka oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Dr. drh. I Ketut Diarmita, MP.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, Syamsul Ma'arif, mengatakan pengetahuan, sosialisasi dan edukasi tentang zoonosis ini memang sangat penting. Pasalnya, hewan memiliki ikatan dan manfaat untuk manusia, baik dalam interaksi sehari-hari dan penghidupan manusia.

"Yang sering interaksi dengan kita yaitu hewan kesayangan, ternak yang menyediakan pangan, serat wol, penghidupan dan lain sebagainya, tapi kita harus tahu terkadang hewan juga bisa menularkan penyakit pada manusia maupun sebaliknya, yang disebut dengan zoonosis," papar Syamsul.

Sebagai catatan, menurut Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), sekitar 60% penyakit infeksi pada manusia merupakan zoonosis dan 75% penyakit infeksi baru (emerging infectious Diseases) yang berasal dari hewan. Sedangkan, dari lima penyakit baru yang muncul pada manusia setiap tahun, tiga di antaranya berasal dari hewan. 

"Karena itu, tindakan pencegahan maupun pengendalian zoonosis pada ternak maupun hewan peliharaan merupakan hal yang sangat penting dalam melindungi kesehatan manusia," imbuh Syamsul.

Menurut Syamsul, kolaborasi dan sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman zoonosis.

Ia menilai perlu dilalukan pendekatan kolaborasi ini yang disebut dengan One Health. One health dilakukan oleh berbagai sektor di antaranya sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan satwa liar. (OL-09)

Baca Juga

Antara/Prasetyo Utomo

Target Produksi Batu Bara Adaro Turun Jadi 52-54 Juta Ton

👤Suryani Wandari Putri 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 19:30 WIB
Target baru untuk produksi batu bara turun sekitar 10% dibandingkan tahun 2019 secara tahunan, terutama didorong oleh penurunan...
Dok. Pertamina RU IV Cilacap

Pertamina RU Cilacap Catat Rekor Penanaman Wijayakusuma Keraton

👤Raja Suhud 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 19:05 WIB
Di Cilacap pohon ini hanya tumbuh di pulau karang sisi selatan Pulau Nusakambangan yakni Pulau...
Dok.BNI

BNI Manfaatkan Cabang Luar Negeri sebagai Etalase UMKM

👤Raja Suhud 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 18:30 WIB
Secara khusus, BNI mengirimkan produk-produk UMKM binaannya ke luar negeri tempat KCLN...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya