Selasa 07 Juli 2020, 07:55 WIB

Harga Minyak Stabil Ditopang Data Ekonomi AS Positif

Antara | Ekonomi
Harga Minyak Stabil Ditopang Data Ekonomi AS Positif

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Ilustrasi: Harga Minyak Dunia Stabil

 

HARGA minyak berjangka berakhir relatif stabil pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Minyak mentah Brent untuk pengiriman September sedikit menguat 30 sen menjadi ditutup pada 43,10 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun tipis dua sen menjadi menetap pada 40,63 dolar AS.

Harga stabil tersebut didukung oleh data ekonomi yang positif walaupun ada lonjakan kasus virus korona di Amerika Serikat yang dapat mengekang permintaan bahan bakar.
  
"Kekuatan yang bersaing di pasar minyak sekarang adalah pembukaan kembali ekonomi di seluruh dunia, meningkatnya permintaan minyak diimbangi oleh kekhawatiran tentang penutupan ekonomi di seluruh dunia karena kebangkitan dalam jumlah kasus virus," kata konsultan Lipow Oil Associates, Andy Lipow.

Dalam lima hari pertama Juli, 16 negara bagian AS melaporkan rekor peningkatan dalam kasus baru covid-19 yang telah menginfeksi hampir tiga juta orang Amerika dan menewaskan lebih dari 130.000 orang.

Aktivitas industri jasa AS rebound tajam pada Juni, hampir kembali ke level pra pandemi covid-19, sementara ekonomi Tiongkok pulih dan pasar modalnya menyedot uang, menciptakan sentimen bullish di pasar.

Baca juga: Harga Minyak Naik Dipicu Pengurangan Stok & Aktivitas Manufaktur

Namun, data Jerman menunjukkan pemulihan dari covid-19 akan lambat dan menyakitkan. Pesanan industri Jerman rebound moderat pada Mei dan seperlima perusahaan di ekonomi terbesar Eropa itu mengatakan dalam survei yang diterbitkan pada Senin (6/7), mereka takut kebangkrutan.

"Sementara risiko di sisi permintaan membebani harga, disiplin yang baik dengan OPEC+ memberikan dukungan," ujar analis energi di Commerzbank Research Eugen Weinberg, Senin (6/7).

Produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah jatuh ke level terendah dalam beberapa dekade. OPEC dan produsen lain termasuk Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, telah sepakat untuk menurunkan produksi dengan rekor 9,7 juta barel per hari (bph) untuk bulan ketiga pada Juli.

Produsen minyak Saudi Aramco telah meningkatkan harga jual resmi (official selling prices/OSP) untuk minyak mentahnya ke Asia sebesar satu dolar AS per barel pada Agustus, dan menaikkan OSP untuk hampir semua grade minyak ke Eropa dan Amerika Serikat.(OL-5)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kementan Antisipasi Jaga Produktivitas Perkebunan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 September 2020, 16:49 WIB
Mentan SYL terus mendorong dan memacu jajarannya untuk lebih giat dan sigap dalam penerapan teknologi...
Antara/Puspa perwitasari

Deifisit APBN Hingga Agustus 2020 Capai Rp500,5 Triliun

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 22 September 2020, 15:55 WIB
Deifisit itu dikarenakan kinerja penerimaan negara sebesar Rp1.034,1 triliun, lebih rendah dibanding belanja yang mencapai Rp1.534,7...
Ilustrasi

Penuhi Protokol Kesehatan, Anggaran Pilkada 2020 Naik

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 22 September 2020, 15:30 WIB
Anggaran yang semula hanya Rp15,23 triliun dan berasal dari APBD kini menjadi Rp20,46 triliun dengan tambahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya