Selasa 07 Juli 2020, 06:50 WIB

IA-CEPA Buka Peluang Baru Perdagangan

(Wan/Ant/E-3) | Ekonomi
IA-CEPA Buka Peluang Baru Perdagangan

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/ama.
Menteri perdagangan Agus Suparmanto

 

PERJANJIAN Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang secara resmi mulai berlaku pada Minggu (5/7) membuka peluang baru yang signifikan dalam perdagangan dan investasi bagi konsumen dan bisnis di kedua negara.

"Kerja keras kedua pemerintahan dalam proses perundingan dan ratifikasi kini terbayarkan. Para pelaku usaha dan pemangku kepentingan Indonesia sekarang mulai dapat memanfaatkan IA-CEPA," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto lewat keterangan resmi yang diterima di Jakarta, kemarin.

Mendag mengatakan IACEPA akan memberikan manfaat bagi eksportir Indonesia melalui penghapusan seluruh tarif bea masuk Australia sehingga seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia akan menikmati tarif 0%.

Produk ekspor Indonesia yang berpotensi meningkat ekspornya antara lain otomotif, kayu dan turunannya termasuk kayu dan furnitur, perikanan, tekstil dan produk tekstil, sepatu, alat komunikasi, dan peralatan elektronik.

"Seluruh produk ekspor Indonesia ke Australia dihapuskan tarif bea masuknya. Untuk itu, tarif preferensi IACEPA ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha Indonesia agar ekspor Indonesia meningkat," tegas Mendag.

Begitu juga sebaliknya, karena sifat perdagangan Indonesia dan Australia yang komplementer, industri nasional juga mendapatkan manfaat berupa ketersediaan sumber bahan baku dengan harga lebih kompetitif karena tarif bea masuk 0%.

Industri hotel restoran dan katering, serta industri makanan dan minuman, akan mendapatkan harga bahan baku yang lebih berdaya saing sehingga konsumen dapat menikmati lebih banyak varian serta harga yang lebih terjangkau. Seiring dengan pemberlakuan IA-CEPA, eksportir Australia siap mengekspor 575 ribu sapi hidup ke Indonesia tanpa bea masuk.

Country Manager of Meat and Livestock Australia untuk Indonesia Valeska mengatakan perjanjian kemitraan pada 5 Juli lalu telah memberikan jaminan bagi Australia untuk mengekspor daging merah (red meat) dan sapi hidup (live cattle) ke Indonesia. "Dengan IA-CEPA ini, ada guarantee quota untuk sapi hidup sebanyak 575 ribu (ekor)," kata Valeska dalam webinar di Jakarta. (Wan/Ant/E-3)

Baca Juga

Ist/Kementan

Petani Jagung di NTB Siap Penuhi Industri Pangan dan Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:39 WIB
Koperasi Dinamika Nusa Agribisnis (DNA) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mampu merintis produksi jagung rendah alfatoksin yang...
Ilustrasi

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama KLHK Dilantik

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:43 WIB
Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II lingkup KLHK dilantik Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya...
Antara

7.626 Kendaraan Lewat Tol Trans Sumatra saat Libur Idul Adha

👤Hilda Julaika 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:35 WIB
Volume Lalu Lintas (VLL) di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) saat libur Idul Adha meningkat 68,75% atau 7.626 kendaraan dibandingkan hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya