Selasa 07 Juli 2020, 06:00 WIB

Menuju Zona Aman Covid-19, Pahami Dinamika Perubahan Zonasi

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Menuju Zona Aman Covid-19, Pahami Dinamika Perubahan Zonasi

Antara
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Nasional Reisa Broto Asmoro

 

PENULARAN covid-19 masih terjadi hingga hari ini di wilayah nusantara. Gugus tugas nasional dan daerah bersinergi mengajak semua komponen bangsa untuk menjadikan wilayah-wilayah aman covid-19 .

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Nasional Reisa Broto Asmoro menyampaikan dinamika perubahan zonasi berdasarkan tingkat risiko sangat dipengaruhi berbagai indikator.

Gugus Tugas Nasional menetapkan pemetaan zonasi dengan warna hijau, kuning, oranye, dan merah. Kategorisasi warna tersebut mewakili pencapaian indikator epidemiologi dan data kesehatan masyarakat.

Baca juga: Gugus Tugas: Kearifan Lokal Jadi Pendekatan Efektif Edukasi Covid

Warna hijau menunjukkan wilayah tanpa penularan covid-19 sedangkan warna lain menunjukkan tingkat risiko penularan sedang hingga tinggi.

“Namun, mesti diingat, perubahan atau dinamika zonasi kabupaten-kota sangat tinggi. Bisa saja sebuah wilayah berpindah dari zona risiko rendah menjadi zona risiko tinggi. Biasanya, apabila ada yang tidak lagi disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Reisa pada konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (6/7).

Ia mengatakan, minggu lalu, ada 53 kabupaten/kota dengan risiko kenaikan kasus yang tinggi. Sedangkan berisiko sedang berjumlah 177 kabupaten/kota dan 185 kabupaten/kota dengan risiko rendah.

“Serta ada 99 kabupaten/kota tidak terdampak atau tidak ada kasus baru,” sebutnya.

Ia menyampaikan angka-angka itu dapat berubah dan data terkini akan diumumkan Tim Pakar Gugus Tugas Nasional.

Reisa menyampaikan data gugus tugas mencatat perubahan peta zonasi risiko rendah dan tidak terdampak per akhir bulan lalu. Jumlah wilayah tersebut pada 31 Mei 2020 berjumlah 46,7% sedangkan per 28 Juni 2020 bertambah menjadi 55,3%. Ini merupakan kabar baik dalam penanganan covid-19 di tanah air.

Menurutnya, ada tiga langkah kunci untuk menuju zona aman Covid-19.

“Pertama, pengawasan ketat oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Kedua, kedisiplinan seluruh anggota masyarakat. Mulai dari para tokoh agama dan budaya, akademisi, dunia usaha, serta media massa.

Ketiga, visi bahwa daerah yang lebih sehat akan membuat masyarakat lebih produktif, dan wilayah tersebut jauh lebih kompetitif. Baik dari sisi kualitas sumber daya manusia, maupun dari sisi persepsi positif citra daerah tersebut.

Reisa menekankan bahwa keberhasilan bersama melalui pandangan tersebut hanya dapat diraih melalui gotong royong.

“Bekerja bersama mendisiplinkan diri, melakukan perubahan, menerapkan adaptasi kebiasaan baru. Ingat, jaga jarak aman 1 sampai 2 meter, pakai masker dengan benar, cuci tangan minimal 20 detik, dan menjalankan perilaku hidup bersih dan gaya hidup sehat,” pesan Reisa. (OL-1)

Baca Juga

Istimewa

Aquagriculture: Pertanian Modern Berbasis Aquaculture

👤Dede Susianti 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:00 WIB
PENELITIAN bidang pertanian dan perikanan yang dilakukan anak bangsa telah berhasil menemukan metode baru yang disebutnya sebagai...
Ist

Presiden Saksikan Penyuntikan Perdana Uji Klinis Vaksin Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 14:51 WIB
Uji klinis tahap 3 sebelum vaksin Covid-19 ini diproduksi besar-besaran merupakan tahapan yang perlu dilalui semua produk farmasi termasuk...
Dok MI

Ciptakan Pemimpin dari Belajar Berbasis Riset di Tepi Danau Toba

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 13:33 WIB
Dasar dari sistem pembelajaran berbasis riset ini kata dia adalah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik agar mampu menjawab persoalan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya