Selasa 07 Juli 2020, 05:28 WIB

Temuan Baru Virus Korona Airborne

AFP/Xinhua/Hym/X-11 | Humaniora
Temuan Baru Virus Korona Airborne

AFP/Fabrice COFFRINI
Logo WHO terlihat di markas Organisasi Kesehatan Dunia itu di Jenewa, Swiss

 

RATUSAN ilmuwan mengatakan terdapat bukti bahwa virus korona baru dalam partikel yang lebih kecil di udara dapat menginfeksi manusia. Oleh karena itu, mereka menyerukan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merevisi rekomendasinya.

Sebelumnya, WHO mengatakan virus korona menyebar terutama dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut (droplet), yang dikeluarkan ketika seseorang yang terinfeksi covid-19 batuk, bersin, atau berbicara.

Dalam sebuah makalah yang akan dipublikasikan berjudul It is Time to Address Airborne Transmission of Covid-19, sebanyak 239 ilmuwan berupaya meningkatkan kesadaran tentang kemampuan virus itu menyebar di ruangan melalui aerosol yang berlama-lama di udara. Virus juga disebut dapat menular dalam kuantitas lebih kecil daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“Sebanyak 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti yang menunjukkan partikel-partikel yang lebih kecil dapat menginfeksi manusia,” ungkap harian New York Times.

Para ilmuwan penandatangan makalah itu mengatakan potensi virus korona menyebar melalui transmisi udara belum sepenuhnya disadari lembaga kesehatan masyarakat seperti WHO.

Makalah yang akan dipublikasi minggu ini di jurnal Clinical Infectious Diseases itu muncul ketika WHO menghadapi kritik atas tanggapannya terhadap covid-19.

Sementara itu, juru bicara WHO mengatakan mereka telah mengetahui makalah itu dan mengkaji isinya. Badan kesehatan PBB itu telah berulang kali merespons atau membela penanganannya terhadap pandemi.

Kasus melonjak

WHO melaporkan 212.326 kasus covid-19 baru di dunia dalam 24 jam terakhir. Peningkatan terbesar dilaporkan di kawasan Amerika dengan 129.772 kasus baru. Hampir setengah dari kasus baru tercatat di Amerika Serikat dan Brasil, masing-masing mencatat 53.213 dan 48.105 infeksi baru.

Wilayah Asia Tenggara mencatat lonjakan terbesar kedua dengan 27.947 kasus baru dan 534 kematian. Sementara itu, hampir 1.200 orang dilaporkan pulih dari covid-19 di Turki berdasar data Kementerian Kesehatan Turki. Jumlah kematian global akibat infeksi covid-19 saat ini mencapai lebih dari 531.000 orang. (AFP/Xinhua/Hym/X-11)

Baca Juga

Ist

KKP Dukung Riset Ikan Gabus untuk Kesehatan dan Budidaya

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:30 WIB
Para pembudidaya Ikan Gabus (Channa Striata) yang bertujuan membantu pemerintah melalui KKP dalam pengembangan usaha budidaya ikan...
AFP/Mohammed Huwais

Penanganan Dini Kunci Sukses Atasi Trauma Mata

👤Eni Kartinah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 19:20 WIB
Dokter Yunia Irawati, SpM(K), menjelaskan trauma pada mata atau ophthalmic trauma berisiko menurunkan tingkat penglihatan secara...
Antara

Big Data Pendidikan Harus Pertimbangkan Kedaulatan Negara

👤Ihfa Firdausya 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 18:35 WIB
Penggunaan big data di dunia pendidikan bisa dipakai untuk memprediksi arah perjalanan bangsa, di mana kekuatannya, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya