Selasa 07 Juli 2020, 01:40 WIB

Polisi Diminta Tuntaskan Kericuhan Madina

Yoseph Pencawan | Nusantara
Polisi Diminta Tuntaskan Kericuhan Madina

DOK MI
Ilustrasi

 

KOMISI untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sumatera Utara meminta Polri untuk melakukan pengusutan terhadap seluruh masalah hukum seputar terjadinya kericuhan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada akhir Juni lalu.

Bukan hanya kepada mereka yang melakukan pengrusakan, tetapi juga terhadap laporan warga mengenai dugaan penyelewengan dana bantuan langsung tunai (BLT) dampak Covid-19 oleh kepala desa setempat.

"Polres Madina juga harus bisa membuktikan laporan warga terkait BLT agar rasa keadilan dapat dirasa seimbang di tengah masyarakat," ujar Koordinator Badan Pekerja Kontras Sumut Amin Multazam Lubis, Senin (6/7).

Dia mengatakan, Polres Madina harus bisa membuktikan laporan warga terkait dugaan penyalahgunaan BLT dampak Covid-19, terlebih masalah itu menjadi pemicu adanya aksi yang menjadi awal terjadinya kericuhan. Meski Kepala Desa Mompang Julu sudah mengundurkan diri, tetapi bukan berarti laporan masyarakat terkait penyalahgunaan jabatan tersebut dibiarkan mengendap begitu saja. "Ini perlu dibuktikan serius agar masyarakat tidak salah perspektif terhadap kepolisian," imbuhnya.

Kericuhan yang terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Senin (29/6), dipicu masalah pembagian BLT dampak Covid-19. Kericuhan bermula saat massa memblokade jalan raya. Mereka memerotes kebijakan Kepala Desa yang seharusnya membagikan uang sebesar Rp600 ribu kepada penerima BLT, tetapi yang diberikan hanya Rp200.000.

Kemudian massa meminta agar Kepala Desa Mompang Julu mengundurkan diri karena dinilai tidak transparan dan terindikasi KKN. Lalu kericuhan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB setelah polisi tidak berhasil mengendalikan massa dengan pendekatan persuasif.

Amarah massa justru memuncak akibat petugas mencoba menghalau dan membubarkan massa dengan menyemprotkan air dengan water canon. Akibat kericuhan tersebut sebanyak enam personel kepolisian mengalami luka-luka, 1 unit sepeda motor dan 2 unit mobil diduga dirusak dan dibakar warga.

Pasca kericuhan, polisi melakukan pencarian para pelaku yang terlibat insiden pembakaran. Sampai dengan 5 Juli sudah 17 orang warga yang ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam pembakaran. (R-1)

Baca Juga

ANTARA/Mohamad Hamzah

Sebelum Kurikulum Darurat Diterapkan, Disdik Babel akan Evaluasi

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 09:18 WIB
Disdik Babel akan melakukan evaluasi apakah SMA/SMK di Babel ini perlu menggunakan kurikulum darurat atau cukup dengan kurikulum 13 saat...
ANTARA/Nova Wahyudi

61 Titik Panas Diduga Karhutla Terpantau Satelit di Babel

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 08:55 WIB
Ke-61 titik panas tersebut, menurut Mikron, terpantau satelit di enam kabupaten yakni, Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah,...
ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Mahasiswa dari Luar Yogyakarta Diminta Ikut Prosedur Kesehatan

👤Agus Utantoro 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 07:57 WIB
"Mahasiswa asal luar daerah yang kembali ke Kota Yogyakarta diharap mengisi data dan profil di aplikasi daring yang dapat diakses...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya