Senin 06 Juli 2020, 21:00 WIB

DPR Minta Produksi Massal Kalung Antivirus Dikaji Ulang

Insi Nantika Jelita | Humaniora
DPR Minta Produksi Massal Kalung Antivirus Dikaji Ulang

Dok. Kementan
Kalung Antivirus yang dibuat oleh Kementerian pertanian

 

FRAKSI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI mengkritisi rencana Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan memproduksi kalung antivirus secara massal untuk mencegah penularan covid-19.

"Jika wacana ini diproduksi dan didistribusikan sebagai bantuan pemerintah, berpotensi menguras APBN dan bisa merugikan uang negara jika produk tersebut kemudian tidak terbukti berfungsi," kata Anggota DPR RI Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (6/7).

Ema meminta Kementan untuk mengkaji ulang rencana untuk menjadikan kalung antivirus dikomersilkan. Ia menyebut regulasi terkait Perlindungan Konsumen telah diatur dalam UU No 8 Tahun 1999, menyebut ada kewajiban produsen dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang.

Ema tidak yakin, kandungan eucalyptus atau kayu putih yang berada di kalung itu mampu membunuh 42% virus. Ia menegaskan, diperlukan riset panjang untuk bisa memastikan terhadap klaim minyak kayu putih dapat membunuh virus korona.

"Menurut informasi sejauh ini, riset yang dilakukan oleh Balitbang baru tahap uji secara in vitro di tingkat sel belum diuji terhadap virus covid-19 secara langsung. Padahal suatu produk bisa di klaim memiliki fungsi spesifik harus melalui beberapa tahapan termasuk uji secara klinis," jelas Anggota Komisi IV DPR RI itu.

Ema juga menambahkan, dengan adanya klaim kalung “anti corona” itu ada peluang masyarakat menurunkan tingkat kewaspadaan. Misalnya dengan mengabaikan memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak.

"Kami menilai hal ini perlu diluruskan, tidak serta merta dengan menggunakan kalung herbal tersebut bisa membuat tubuh kebal terhadap virus," pungkas Ema. (OL-4)

Baca Juga

MI/Andry Widyanto

Vaksin Covid-19 di Indonesia Terlambat 4 Bulan dari Tiongkok

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:50 WIB
Terkait vaksin merah putih, Prof Amin menekankan yang terpenting ialah kemampuan anak bangsa yang dalam membuat...
Ist

KKP Dukung Riset Ikan Gabus untuk Kesehatan dan Budidaya

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:30 WIB
Para pembudidaya Ikan Gabus (Channa Striata) yang bertujuan membantu pemerintah melalui KKP dalam pengembangan usaha budidaya ikan...
AFP/Mohammed Huwais

Penanganan Dini Kunci Sukses Atasi Trauma Mata

👤Eni Kartinah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 19:20 WIB
Dokter Yunia Irawati, SpM(K), menjelaskan trauma pada mata atau ophthalmic trauma berisiko menurunkan tingkat penglihatan secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya