Senin 06 Juli 2020, 19:37 WIB

Musim Kemarau Landa Jawa Tengah, BPBD Waspada

Haryanto Mega | Nusantara
Musim Kemarau Landa Jawa Tengah, BPBD Waspada

MI/SUPARDJI RASBAN
Relawan dan TNI tanam bibit pohon di lereng Gunung Slamet wilayah Brebes yang terbakar, Senin (10/2).

 

MEMASUKI  bulan Juli 2020, musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) berupaya meningkatkan kewaspadaan.

Khususnya kebakaran sejumlah gunung besar dan lahan hutan. Mengingat sulitnya proses pemadaman jika itu terjadi.

"Yang cukup berat adalah kebakaran hutan atau gunung. Karena kalau untuk water bombing yang dari pesawat itu kan susah. Airnya enggak ada. Yang diambil air dari mana. Beda dengan di Riau. Kalau Riau kan sungai ke muara, sungai besar-besar. Dan bisa diambil pakai pesawat. Kalau ini, ambil dari mana," kata Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana, di kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin(6/7/).

Dia berharap pengalaman adanya kebakaran gunung yang pernah terjadi, tidak akan melanda lagi. Dari catatannya, kebakaran gunung yang pernah terjadi yakni di Gunung Lawu, Gunung Sindoro Sumbing, Merbabu, Merapi, dan Slamet. 

Oleh karena itu, pihaknya telah meminta pengelola bukit dan hutan mewaspadai adanya pendaki. Mengingat saat kemarau tiba, biasanya banyak pendaki.

Para pendaki itu kadang-kadang lupa saat mendaki, mereka membuat api unggun. Begitu mereka naik melanjutkan aktivitas mendakinya, pemadaman api unggun tak maksimal dilakukan. Sementara di musim kemarau, mereka bawa air bersihnya saja sedikit.

"Bagaimana mau meyakinkan bahwa itu sudah mati. Yang juga sering terjadi, adalah supaya efisien dengan pembuka lahan yakni membakar alang-alang. Ini agar tidak dilakukan masyarakat. Kalau bakar, ditungguin tidak apa-apa. Kalau bakar, ditinggal, yang terjadi (potensi kebakaran)," ujarnya.

Baca juga: Petani di Manokwari Percepat Tanam Padi Jelang Kemarau

BPBD Jateng sudah mengeluarkan surat atau rekomendasi dari BMKG. Kemudian hal itu dilanjutkan ke kabupaten dan kota. Tujuannya agar mereka waspada, termasuk untuk membuka posko dan penyediaan air bersih. 

Pihaknya memperkirakan musim kemarau akan mulai masuk pada Juli, namun total melanda Jawa Tengah saat Agustus.

"Juli sudah masuk kemarau. Tapi khusus untuk daerah Cilacap, Banyumas, daerah situ masih ada spot hujan. Tetapi Agustus seluruh Jawa Tengah masuk," imbuhnya.

Kaitannya kebutuhan air bersih untuk mengantisipasi masuknya musim kemarau, pihaknya telah menyediakan 1.100 tangki air bersih. Jumlah itu sama seperti tahun lalu. BPBD memprediksi kemarau tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu. Hanya, di antara yang beda adalah Kabupaten Wonogiri kemungkinan tidak dilanda kekeringan parah.

"Mungkin yang berkurang adalah Wonogiri. Wonogiri sudah membangun beberapa upaya pipa dan pengolahan air tawar. Wonogiri yang selama ini menjadi ikon kekeringan, sekarang enggak. Untuk tahun ini enggak terlalu. Mudah-mudahan tahun ini enggak terlalu parah seperti tahun kemarin," ujarnya. (A-2)

Baca Juga

Ist

Pariwisata Mandalika NTB Diharapkan Topang Perekonomian Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:05 WIB
Event MotoGP, diyakini Abdulbar, akan membawa manfaat ekonomi yang besar bagi The Mandalika dan Indonesia antara lain penciptaan...
Antara/Wahdi Septiawan

Harga Sawit Naik, Petani Aceh Gembira

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:50 WIB
Petani kelapa sawit di kawasan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh sejak sepekan terakhir bergembira. Pasalnya harga tandan buah sawit...
Ilustrasi

PKS Siap Menangkan Pasangan Balon Gubernur Sulteng dari NasDem  

👤M Taufan SP Bustan 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:36 WIB
Ketua DPD PKS Donggala Takwin mengatakan, secara terpusat PKS sudah memberikan dukungan kepada pasangan Rusdi Mastura - Ma'mun...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya