Senin 06 Juli 2020, 16:35 WIB

Submisi Film Pendek DigiCon6 Asia Sudah Dibuka

Fathurrozak | Weekend
Submisi Film Pendek DigiCon6 Asia Sudah Dibuka

dok. DigiCon 6 Asia
DigiCon6 Asia merupakan penghargaan konten digital se-Asia yang sudah membuka submisi untuk film pendek.

TAHUN ini, DigiCon6 Asia memasuki tahun ke-22. Ajang kompetisi yang diprakarsai Tokyo Broadcasting System Holdings Inc. (TBS) ini rencananya akan menghelat seremoni penghargaan untuk pemenang pada akhir November di Jepang.

DigiCon6 Asia merupakan penghargaan konten digital se-Asia yang diselenggarakan Tokyo Broadcasting System Holdings, Inc. (TBS) untuk mencari, mengenali dan mengapresiasi para pencipta video berbakat. Nantinya, para peraih penghargaan akan memperoleh dukungan untuk mengembangkan kreativitas dengan menjelajahi bisnis dan kegiatan baru termasuk mendaftar ke kontes luar negeri lainnya.

Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-22 DigiCon6 Asia, dan diikuti dari beberapa negara di Asia termasuk Indonesia, Malaysia, Laos, Kamboja, Singapura, Thailand, Vietnam, India, Hong Kong, Tiongkok, Korea, Uzbekistan, dan Jepang. Untuk region Indonesia, peserta bisa mengirimkan karya melalui lembaga kebudayaan Jepang di Indonesia, The Japan Foundation Jakarta. 

Pengiriman karya dibuka hingga 5 Agustus. Dengan jenis karya bergenre bebas (animasi, film) dan berdurasi maksimal 15 menit. Setelah berkompetisi di tingkat regional negara, pemenang akan berkompetisi di tingkat internasional. 

Tahun lalu, ada 10 nominasi yang diperebutkan di tingkat internasional, dengan kategori tertinggi ialah Asia Grand Prize, dan Asia Gold. Another World, animasi asal Hong Kong tahun lalu keluar sebagai pemenang Asia Grand Prize, sementara untuk kategori Asia Gold dimenangkan film Tea dari Uzbekistan. Dari 10 kategori, tahun lalu wakil Indonesia berhasil mendapatkan kategori That's Entertainment lewat karya animasi Terrorvision 3000 karya Percolate Galactic.

Dikutip dari situs Digicon6 Asia, tahun ini seremoni bagi para pemenang kompetisi akan dilaksanakan di Jepang pada 28 November. Direktur Festival DigiCon6 Asia Aki Yamada dalam sambutannya mengungkapkan pandemi yang saat ini melanda tidak menjadi halangan mereka untuk menerima karya dari berbagai negara. Sekaligus, karya yang hadir dan diciptakan pada ajang ini bisa menjadi salah satu cara untuk melawan ‘virus’ dan krisis kehidupan masyarakat era internet, sikap intoleran pada keragaman.

“Kami membutuhkan bakat Anda. Siapa pun diri kalian, ekspresikan diri apa adanya. Karya Anda adalah cara untuk memahami dunia. Anda dapat belajar tentang adat istiadat, budaya, dan lainnya dari orang asing yang hidup dalam gambar. Karya-karya yang Anda bawa untuk hidup dan mengabdikan diri untuk spirit, akan dilahirkan kembali di antara hadirin dan akan terus hidup selamanya,” ungkap Aki Yamada. (M-1)

Baca Juga

Dok. Open Doors Locarno Film Festival.

Curhat Para Sineas Asia di Masa Pandemi

👤Fathurrozak 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 07:45 WIB
Sementara sineas Indonesia mulai berproduksi, sineas Filipina berkonsentrasi ke pengembangan naska dan...
Dok. Perang Kota

Film Perang Kota Diundang ke Sørfond Norwegia

👤Fathurrozak 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 06:15 WIB
Film karya Mouly Surya ini diundang untuk ikut berpartisipasi di Sørfond Norwegian South Film...
Facebook Indonesia

Keluarga si Nopal Ajak Warganet Bijak Bermedia Sosial

👤Fathurrozak 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 20:00 WIB
Facebook meluncurkan kampanye aman bersosial media lewat video animasi keluarga Si...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya