Senin 06 Juli 2020, 14:51 WIB

Kuasa Hukum Bantah Sembunyikan Joko Tjandra

Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum
Kuasa Hukum Bantah Sembunyikan Joko Tjandra

MI/Soleh
Buron kasus korupsi cessie Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra.

 

KUASA Hukum buron kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra, Andi Putra Kusuma, membantah bahwa dirinya bersama timnya telah menyembunyikan Joko Tjandra.

Ia menyatakan dirinya tidak menyembunyikan kliennya tersebut, melainkan membawa Joko ke tempat umum yakni Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada saat mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) 8 Juni lalu.

Baca juga: Dirjen Dukcapil Selidiki Pembuatan KTP Joko Tjandra 

"Saya tidak pernah menyembunyikan Joko Tjandra, Tim kami bawa (Joko) ke Pengadilan Negeri, ini tempat umum. Semua orang bisa melihat di Pengadilan Negeri ini," kata Andi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/7).

Bahkan, Andi menjelaskan, Joko Tjandra sejak 2012 sudah tidak lagi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dan ia menegaskan berdasarkan keterangan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kliennya baru masuk DPO lagi pada 27 Juni 2020.

"Kan rekan-rekan bisa lihat sendiri dari keterangan Kumham pak Djoko sejak 2012 sudah tidak tercatat dalam daftar DPO, baru kemudian kemarin pada 27 Juni terdaftar kembali sebagai DPO oleh Imigrasi," jelasnya.

Dapat diketahui, Joko Tjandra merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Kejaksaan pernah menahan Joko pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000. Namun, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutusnya bebas dari tuntutan lantaran perbuatannya bukan pidana melainkan perdata.

Kejaksaan mengajukan PK ke Mahkamah Agung pada Oktober 2008. Majelis hakim memberi vonis dua tahun penjara dan harus membayar Rp15 juta untuk Joko. Uang milik Joko di Bank Bali Rp546,166 miliar dirampas negara. Imigrasi juga mencegah Joko.

Joko Tjandra pun kabur dari Indonesia ke Port Moresby, Papua Nugini, pada 10 Juni 2009. Tepat sehari sebelum MA mengeluarkan putusan perkara. Kejaksaan kemudian menetapkan Joko Tjandra sebagai buronan.

Setelah lama menghilang, saat ini beredar informasi kedatangan buronan Joko ke Indonesia. Bahkan, selama di Indonesia Joko sempat mendaftarkan permohonan PK ke PN Jakarta Selatan pada 8 Juni lalu ditemani tim kuasa hukumnya, namun setelah berhasil mendaftarkan permohonan PK ke pengadilan, dirinya tak kunjung hadir dalam persidangan. hingga saat ini belum diketahui dimana keberadaan Buron kasus korupsi cessie Bank Bali tersebut. (OL-6)
 

Baca Juga

MI/Rudi Kurniawansyah

Kapolri Maksimalkan Penerapan Inpres No 6/2020

👤Sri Utami 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:51 WIB
Seluruh jajaran kepolisian diperintahkan membantu upaya penegakan disiplin masyarakat terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan demi...
MI/M Irfan

Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Jokowi Masih Tinggi

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:35 WIB
Hal tersebut terlihat dari sekitar 79% masyarakat yang percaya terhadap kebijakan Presiden Jokowi dan Hanya sekitar 20% yang menyatakan...
Antara

Mahfud: Moral dan Agama Halau Hasrat Korupsi

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 15:06 WIB
"Pun karena demokrasi orang bebas membuat kesepakatan atas nama demokrasi prosedural untuk korupsi sehingga korupsi semakin...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya