Senin 06 Juli 2020, 13:04 WIB

Astaga, di Facebook ada yang Jual-Beli Mayat

Abdillah Marzuqi | Weekend
Astaga, di Facebook ada yang Jual-Beli Mayat

Unsplash/Matthew MacQuarrie
Ilustrasi: Tengkorak Manusia

FACEBOOK kini sedang menyelidiki sebuah grup yang diduga melakukan praktik jual-beli jenazah manusia, termasuk tengkorak, jenazah janin, dan mumi yang berasal dari tahun 1700-an. Grup itu berisi pengguna pribadi Facebook yang menawarkan jenazah manusia ke kolektor.

Facebook melarang pembelian atau penjualan bagian tubuh manusia. Sayangnya, pengguna nakal menemukan celah dengan memanfaatkan fitur grup tertutup.

Bagian tubuh yang ditawarkan diklaim berasal dari situs arkeologi atau sejarah di seluruh dunia. Misalnya salah satu penjual mengatakan menjarah tengkorak manusia dari katakomba di Sousse, Tunisia. Tengkorak itu ditawarkan dengan harga US$550 atau sekitar Rp 8juta .

Dilansir dari dailymail.co.ud, investigasi itu dilakukan sejak 10 bulan lalu oleh LiveScience. Mereka menyelidiki daftar item yang ditawarkan untuk dijual ataupun diminta pengguna lain.

Pakar hukum memperingatkan bahwa praktik itu termasuk perbuatan kriminal berdasarkan hukum AS maupun hukum internasional. Praktik itu juga mengancam upaya pelestarian artefak sejarah pada situs arkeologi di seluruh dunia.

"Sangat diragukan bahwa ada orang, bahkan ketika mereka menyumbangkan jasad untuk ilmu pengetahuan, yang pernah berkeinginan atau berharap menjadi suvenir bagi individu lain," ujar Ryan Seidemann dan Christine Halling, dari Kantor Jaksa Agung Louisiana.

"Jelasnya, tulang manusia itu berasal dari kuburan atau proses penguburan yang dimaksudkan agar jasad mereka tetap berada di ruang pemakaman. Sehingga pelanggaran terhadapnya dengan tujuan untuk mencari atau memiliki jasad itu adalah pelanggaran hukum dan etika," jelas mereka.

Di antaranya ada mumi bocah 6 tahun yang diklaim berasal dari tahun 1700-an dan ditawarkan seharga US$12.247 atau sekitar Rp177juta, tengkorak remaja perempuan seharga US$1.300 (Rp18,84juta), tengkorak dari Peru seharga US$10.500 (Rp152,19juta). Beberapa pengguna bahkan memajang janin yang disimpan dalam toples dan menyebutnya sebagai bekas spesimen medis.

Pihak Facebook mengatakan membuka proses investigasi terhadap kelompok itu karena dinilai melanggar persyaratan layanan perusahaan. Meski demikian belum ada pernyataan resmi terkait investigasi tersebut. Tiga grup ditutup karena alasan yang tidak diungkapkan.

Beberapa tahun terakhir, pasar gelap organ tubuh manusia muncul di eBay dan Instagram. Hal itu memicu kekhawatiran bahwa media sosial dan pasar daring dapat membantu mempopulerkan praktik yang sebelumnya sangat langka. (M-4)

Baca Juga

Dok. Open Doors Locarno Film Festival.

Curhat Para Sineas Asia di Masa Pandemi

👤Fathurrozak 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 07:45 WIB
Sementara sineas Indonesia mulai berproduksi, sineas Filipina berkonsentrasi ke pengembangan naska dan...
Dok. Perang Kota

Film Perang Kota Diundang ke Sørfond Norwegia

👤Fathurrozak 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 06:15 WIB
Film karya Mouly Surya ini diundang untuk ikut berpartisipasi di Sørfond Norwegian South Film...
Facebook Indonesia

Keluarga si Nopal Ajak Warganet Bijak Bermedia Sosial

👤Fathurrozak 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 20:00 WIB
Facebook meluncurkan kampanye aman bersosial media lewat video animasi keluarga Si...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya