Senin 06 Juli 2020, 08:55 WIB

Bikin Cemas, Dominasi Tiongkok Suplai Alat Medis Tak Terbendung

Indrastuti | Internasional
Bikin Cemas, Dominasi Tiongkok Suplai Alat Medis Tak Terbendung

AFP/Sonny Tumbelaka
Alat pelindung diri menjadi salah satu komponen penting dalam penanganan pandemi covid-19.

 

Kesigapan Tiongkok dalam menangani covid-19 menjadikan negara-negara di seluruh dunia meniru langkahnya, yakni mendirikan pabrik untuk memproduksi alat pelindung diri (APD), alat tes, dan peralatan lain untuk memerangi korona. Pasalnya, Tiongkok menjadi garda terdepan dan berpotensi memonopoli suplai peralatan-peralatan ini.

Pemerintah Tiongkok memberikan dukungan yang kuat terhadap pabrik-pabrik tersebut sehingga berpeluang mendominasi pasar saat pandemi masih berlangsung dan jika terjadi wabah serupa di masa mendatang, seperti dilansir dari The New York Times.

Pemilik pabrik mendapatkan tanah murah  milik Pemerintah Tiongkok. Pinjaman dan subsidi berlimpah. Rumah sakit Tiongkok didorong membeli pasokan dari lokal, sehingga pemasok setempat mempunya pasar yang tetap dan luas.

Jika vaksin korona muncul, permintaan APD dan peralatan sejenis akan turun drastis. Pabrik-pabrik akan tutup. Tetapi biaya produksi perusahaan-perusahaan Tiongkok tergolong rendah sehingga menempatkannya pada di posisi paling siap untuk wabah global berikutnya.

"Tiongkok telah berhasil membuat dominasi peralatan perlindungan pribadi global dengan komando dan kendali rantai pasokan," kata Omar Allam, mantan pejabat perdagangan Kanada yang berusaha membangun produksi respirator medis N95 yang diminati di negaranya.

Baca juga: Ratusan Ilmuwan Sebut Covid-19 Ditularkan Lewat Udara

Cengkeraman Tiongkok di pasar adalah bukti dari upayanya untuk mendominasii mesin industri global.

Selama bertahun-tahun, para pemimpin Tiongkok khawatir bahwa negara itu terlalu bergantung pada sumber asing untuk semua hal, mulai dari kebutuhan medis, microchip hingga pesawat terbang.

Pemerintah pun menggunakan subsidi dan insentif lain agar pengusaha lokal membangun sektor penting seperti pembangkit tenaga listrik di industri-industri penting.

Ketika para pemimpin Cina mulai khawatir tentang polusi dan ketergantungan pada minyak asing, misalnya, mereka membantu pembuat panel surya lokal, turbin angin, dan peralatan kereta api berkecepatan tinggi agar dapat berkompetisi. Mereka telah mengambil langkah serupa untuk mendominasi industri di masa depan, seperti generasi terbaru transmisi data nirkabel, atau 5G.

Keterlibatan besar negara dalam ekonominya telah menyebabkan pemborosan dan korupsi yang dapat memperlambat pertumbuhan China. Tetapi kebijakan tersebut sering kali terbukti efektif dalam membangun industri yang dapat bersaing dengan industri asing.

Kemungkinan, Pemerintah Tiongkok juga melakukan hal yang sama untuk pasokan medis.

"Akan ada konsolidasi besar-besaran setelah epidemi," kata Howard Yu, seorang profesor manajemen dan inovasi di Institute for Management Development, sebuah sekolah bisnis di Swiss. "Ini akan menjadi dinamika yang persis sama dengan energi hijau, 5G, dan rel berkecepatan tinggi."

Sebelum pandemi, Tiongkok sudah mengekspor lebih banyak respirator, masker bedah, kaca mata medis, dan pakaian pelindung daripada gabungan seluruh dunia, demikian estimasi Peterson Institute for International Economics.

Respons Beijing atas pandemi semakin memperdalam dominasi itu. Pandemi meningkatkan produksi masker hampir 12 kali lipat pada bulan Februari. Sekarang, produksi dapat menghasilkan 150 ton per hari dari kain khusus yang digunakan untuk masker, kata Bob McIlvaine, yang menjalankan sebuah perusahaan riset dan konsultan senama di Northfield, Illinois.

Jumlah tersebut adalah lima kali lipat apa yang dapat dibuat Tiongkok sebelum wabah, dan 15 kali output perusahaan AS bahkan setelah mereka menggenjot produksinya musim semi ini.

Perusahaan-perusahaan Amerika enggan melakukan investasi besar dalam pembuatan kain karena mereka khawatir permintaan masker akan bersifat sementara. Tetapi negara bagian Texas pekan lalu mewajibkan warganya memakai masker di tempat-tempat umum.

"Adalah kesalahan besar untuk mengasumsikan bahwa pasar akan menghilang," kata McIlvaine.

Ma Zhaoxu, wakil menteri urusan luar negeri, mengatakan bahwa mulai Maret hingga Mei, Tiongkok mengekspor 70,6 miliar masker. Seluruh dunia menghasilkan sekitar 20 miliar sepanjang tahun lalu, separuhnya berasal dari Tiongkok.

 

Baca Juga

AFP

58 Ribu Orang Teken Petisi agar Libanon di bawah Mandat Prancis

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 20:08 WIB
Petisi itu berisikan keinginan untuk menempatkan Libanon di bawah mandat Prancis selama 10 tahun ke...
AFP/Mohd Rasfan

Eks Menkeu Malaysia Bantah Tuduhan Terima Suap US$ 1,5 Miliar

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 16:52 WIB
Lim Guan Eng menegaskan dirinya tidak menerima sepeser pun dari proyek terowongan bawah laut Penang. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak...
AFP/Thibault Camus

Soal Amonium Nitrat, Eks Kapten Kapal Salahkan Pemerintah Libanon

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 13:41 WIB
Kapal MV Rhosus membawa hampir 3.000 ton amonium nitrat yang kemudian ditahan otoritas Beirut lantaran gagal membayar biaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya