Senin 06 Juli 2020, 06:45 WIB

Gunakan Masker dengan Tepat Cegah Penularan Covid-19

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Gunakan Masker dengan Tepat Cegah Penularan Covid-19

MI/ANDRI WIDIYANTO
Pedagang menjajakan dagangannya berupa face shield dan masker pada pengendara di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

 

SALAH satu protokol kesehatan untuk mencegah tertular virus SARS-CoV-2 dengan menggunakan masker. Masyarakat dapat menggunakan masker kain maupun bedah apabila di ruang publik. Penggunaan masker dengan tepat dapat mencegah penularan virus penyebab covid-19.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Reisa Broto Asmoro mengatakan memakai masker menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah penularan.

Efektivitas pemakaian masker dengan baik dan benar dapat menekan peluang penularan lebih dari 50%. Mengutip dari sebuah penelitian, setiap individu diwajibkan memakai masker selama masa pandemi.

Baca juga: Ruang Isolasi di RS Tercukupi

Penggunaan masker dengan tepat perlu memperhatikan beberapa hal.

Reisa mengatakan, sebelum memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, minimal 20 detik atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan berbasis alkohol.

“Pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung, serta pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker," kata Reisa pada konferensi pers melalui ruang digital, Minggu (5/7).

Lalu, hindari menyentuh masker saat digunakan.

“Bila tersentuh, segera cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, minimal 20 detik atau menggunakan cairan pembersih tangan,” ujarnya.

Makser kain dapat dipakai maksimal empat jam dan harus diganti dengan masker baru dan bersih apabila masker yang dipakai basah atau lembab.

Reisa menyarankan masyarakat membawa beberapa masker selama beraktivitas.

Ia mengatakan, untuk membuka masker, lepaskan dari belakang perlahan-lahan, dengan hanya menyentuh bagian talinya, menjauhi wajah dan pakaian.

“Jangan sentuh bagian depan masker. Untuk masker satu kali pakai, segera buang di tempat sampah tertutup atau kantong plastik. Untuk masker kain, masukkan ke dalam kantong kertas atau kantong kain, atau menggunakan kantong plastik. Pisahkan dari barang bawaan yang lain. Sesampai di rumah, segera cuci dengan deterjen,” pesannya.

Pemakaian masker hanya efektif apabila individu menerapkan protokol kesehatan lain, seperti disiplin tetap jaga jarak aman antara satu dan dua meter, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20 detik.

Sementara itu, Reisa menjelaskan mengenai jenis masker. Ada beberapa jenis masker yaitu masker medis. Ini adalah masker bedah atau masker N95, masker yang ditujukan untuk keperluan medis. Misalnya, untuk tenaga kesehatan, orang sakit, dan orang yang merawat orang sakit menggunakan masker medis ini.

Selanjutnya, adalah masker nonmedis yaitu, masker kain. Orang sehat cukup menggunakan masker kain. Reisa mengatakan masker kain yang direkomendasikan adalah masker yang memiliki tiga lapisan kain.

Masker nonmedis yang terdiri dari tiga lapisan tersebut yaitu lapisan dalam berupa bahan penyerap seperti, katun, lapisan tengah berupa bahan tanpa tenun, seperti polipropilena dan lapisan luar berupa bahan yang tidak mudah menyerap air seperti, polyester atau campuran polyester.

Sebagai penutup, Reisa berpesan kepada masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

“Maka, kita segera bisa putus rantai penularan Covid-19. Mari berupaya agar pandemi dapat segera kita lalui. Kita pasti bisa,” pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

Dok. MI

Kebijakan Baru KBM Untungkan Daerah 3T

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 10 Agustus 2020, 00:10 WIB
KEBIJAKAN baru pemerintah sebagai revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, yang membolehkan sekolah di zona...
Ist

UP Respon Kebijakan Mendikbud tentang Kampus Merdeka

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 22:11 WIB
Merespon kebijakan yang digulirkan Kemendikbud erkait dengan kampus merdeka dan merdeka belajar, Universitas Pancasila (UP) bekerjasama...
Antara

Nadiem Izinkan Sekolah Daerah Terpencil Belajar Tatap Muka

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 21:33 WIB
Namun, dia menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan komite sekolah. Kunci dimulainya pembelajaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya