Minggu 05 Juli 2020, 23:36 WIB

PDIP :Pancasila Persatukan Bangsa, Keberadaannya Makin Diperlukan

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
PDIP :Pancasila Persatukan Bangsa, Keberadaannya Makin Diperlukan

Dok. Pribadi
Sekjen PDIP hasto Kristiyanto bersama Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud mattaliti

 

PDI Perjuangan menegaskan bahwa proses kelahiran Indonesia melalui perjuangan panjang, hingga akhirnya merdeka karena kekuatan sendiri dan berdiri dengan landasan kokoh yang digali melalui pemikiran yang jernih, membumi, dan sekaligus visioner serta terus menggelorakan semangat pembebasan dari segala bentuk penjajahan, khususnya kapitalisme dan imperialisme.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, terbukti dengan Pancasila, Indonesia bersatu dan manpu menghadapi berbagai ujian sejarah seperti kemampuan memadamkan pemberontakan PKI, DI/TII, Permesta, Pemberontakan RMS dan lainnya.

"Terbukti dengan Pancasila Indonesia bersatu untuk semua dan setiap warga negara setara. Dengan Pancasila kita selalu satu, berbeda dengan Yugoslavia, Uni Soviet yang terpecah belah, juga Yaman, Irak, Suriah, dan lainnya yang terus dihadapkan pada krisis akibat perang yang tidak kunjung usai. Karena itulah adanya falsafah hidup, falsafah dasar, dan juga alat pemersatu seperti Pancasila selalu kita syukuri," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya.

Dengan ideologi yang menjadi pemersatu tersebut , lanjut Hasto maka jelaslah bahwa Pancasila terbukti efektif menjadi dasar dan tujuan kehidupan berbangsa.

Baca juga : Peserta Aksi PA 212 Ganyang Komunis 20% Anak-Anak

"Melalui Pancasila pula kita tegaskan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, bukan negara komunis, bukan negara theokrasi, bukan liberal, dan bukan fasisme. Indonesia adalah negara Pancasila, suatu konsepsi negara kebangsaan yang berdiri di atas paham individu atau golongan," ujarnya.

Dengan Pancasila, tutur Hasto, Indonesia mampu mengatasi berbagai paham yang anti-ketuhanan dan anti-kemanusiaan. Berbagai bentuk bom bunuh diri, seperti yang terjadi di Kota Surabaya pada 2018 adalah contoh paham yang buta terhadap nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Hasto menegaskan, PDI Perjuangan bersama segenap komponen bangsa lainnya menolak berbagai upaya baik dari ekstrim kiri maupun ekstrim kanan yang mencoba mengganti Pancasila.

"Karena itulah dukungan terhadap Pancasila sebagaimana sering disuarakan akhir-akhir ini, termasuk oleh mereka yang sebelumnya memiliki pandangan ideologi berbeda, merupakan dialektika kemajuan yang semakin menunjukkan kebenaran terhadap Pancasila sebagai ideologi negara," pungkasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/ROMMY PUJIANTO

Kesehatan dan Ekonomi Beriringan

👤Dhk/P-2 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 05:45 WIB
Penanganan dan pengendalian pandemi covid-19 di Indonesia membutuhkan kerja bersama seluruh pihak yang terintegrasi antara satu dan lainnya...
MI/SUSANTO

Birokrasi Atasi Korona Jadi Lebih Panjang

👤Cah/P-2 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 05:33 WIB
Pembentukan komite ini tidak ada bedanya karena satgas pun bisa langsung bertanggung jawab kepada presiden. Malah lebih tidak efektif...
ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Tancap Gas Tangani Dampak Covid-19

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 05:27 WIB
Jika dilihat dari besaran stimulus, tarikan kepentingan korporasi lebih dominan ketimbang...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya