Minggu 05 Juli 2020, 22:22 WIB

Arief Pouyono akan Perkarakan Ketua Pengadilan dan Pengacara

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Arief Pouyono akan Perkarakan Ketua Pengadilan dan Pengacara

MI/ANGGA YUNIAR
Arief Poyuono (tengah) di Polda Metro Jaya, Sabtu (4/6/2011).

 

DEWAN Pembina Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Arief Pouyono akan melaporkan pengacara Djoko Tjandra, yakni Andi Putra Kusuma ke Bareskrim Polri pada Senin (6/7).

Arief bakal melaporkan pengacara Djoko karena diduga mengetahui dan menyembunyikan keberadaan Djoko yang telah dicari selama 11 tahun.

Baca juga: Kejaksaan Memastikan Eksekusi Djoko Tjandra Bisa Dilakukan

"Kita akan laporkan besok (6/7), ke Bareskrim Polri," tutur Arief yang juga politikus Partai Gerindra.

Menurutnya, pengacara Djoko Tjandra mengetahui keberadaan buronan tersebut. Pasalnya, kliennya baru saja mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Poyuono, pengacara harus terlebih dahulu menyerahkan Djoko Tjandra ke pengadilan.

"Pengacara mengakui kan kalau dia datang ke kantor lawyer terus mendaftarkan, kan enggak mungkin (inisiatif sendiri mendaftar)," papar Arief.

Arief menambahkan, menurut SEMA 1 Tahun 2012, sudah barang tentu pengusul PK yang mendaftarkan diri, sementara kuasa hukum tidak diperkenankan mendaftar.

"Ia (pengacara) tahu Djoko Tjandra dijatuhi hukuman 2 tahun karena kasus tindak pidana korupsi, kenapa dia tidak menyerahkan ke kejaksaan dulu orangnya untuk dieksekusi ke dalam penjara," ungkap Arief.

Arief menilai, pengacara yang mendaftarkan PK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bisa terkena tindakan pidana.

"Sesuai dengan Pasal 221 KUHP dianggap dia menyembunyikan orang yang terpidana korupsi, juncto Pasal 21 UU Tipikor, bahwa dia bisa dihukum. Kecuali orang yang sedarah," ujarnya.

Tak hanya Andi yang akan dilaporkan oleh Kaki, Kepala PN Jakarta Selatan juga akan dilaporkan ke Bareskrim.

Baca juga: Usulan Arief Pouyono soal Wagub DKI tak Mewakili Gerindra

Seharusnya, menurut Arief, kepala PN Jaksel dapat melaporkan keberadaan Djoko usao menerima penitera dan berita acara.

"Kepala PN yang bertanggung jawab, apalagi itu kan putusan pengadilan, harusnya si hakim memanggil jaksa untuk ditangkap, tapi kan tidak, artinya ada yang disembunyikan," tegasnya. (Ykb/A-3)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Sidang Tahunan MPR, Perbaikan Sektor Ekonomi Jadi Isu Utama

👤Putra Ananda 🕔Senin 10 Agustus 2020, 18:22 WIB
MPR telah mendesak presiden untuk segera melakukan injeksi dana kepada perbankan dengan tujuan menstimulus...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pemberian Bintang Jasa kepada Fahri dan Fadli Dipertanyakan

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 10 Agustus 2020, 18:00 WIB
Sepak terjang dan kiprah keduanya bagi negara dipertanyakan sehingga dinilai layak mendapatkan penghormatan dengan kategori seperti...
MI/Fransisco Carollio

Polisi Panggil 5 Saksi Baru Terkait Dugaan Suap Joko Tjandra

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 10 Agustus 2020, 17:28 WIB
Polri membuat surat panggilan untuk pemeriksaan tambahan 5 orang saksi dan membuat administrasi penyidikan dalam kasus surat jalan palsu...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya