Minggu 05 Juli 2020, 17:20 WIB

Untuk Pekerja Otomotif, Mensos Bantu 1000 Paket Sembako

Ihfa Firdausya | Humaniora
Untuk Pekerja Otomotif, Mensos Bantu 1000 Paket Sembako

Antara
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Sosial menyalurkan 1000 paket sembako untuk pekerja sektor otomotif terdampak pandemi covid-19.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyerahkan secara simbolik melalui pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Kampus Poltekesos Bandung, kemarin.

“Pandemi telah membuat para pekerja sektor otomotif terkena imbasnya. Kami akan menyalurkan batuan sosial sembako untuk meringankan beban ekonomi mereka. Semoga bantuan ini bermanfaat dan krisis segera bisa berakhir," kata Mensos seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (5/7).

Kepada Mensos, IMI melaporkan setidaknya 5.000 pekerja sektor otomotif anggotanya terdampak pandemi covid-19. Mereka antara lain mekanik, kru tim pembalap, penyelenggara event, dan para petugas pendukung perlomba (marshall) yang menggantungkan hidup dari event otomotif, termasuk kalender balapan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum IMI Pusat Sadikin Aksa mengajukan 1000 nama yang sudah dilengkapi dengan identitas terverifikasi untuk mendapatkan paket sembako.

Juliari menepis anggapan sebagian masyarakat yang melihat organisasi seperti IMI sebagai perkumpulan yang identik dengan kegiatan kebut-kebutan mobil. Kata Mensos, IMI justru organisasi yang peduli dengan berbagai kegiatan sosial.

“Dari sini, IMI memiliki semangat sama dengan Kementerian Sosial, yakni sama-sama memiliki kepedulian dan aksi nyata terhadap masalah sosial. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, semua pihak harus berkontribusi meringankan beban sesama anak bangsa,” kata mantan Ketua Umum IMI Pusat ini.

Dia meminta IMI terus menjaga kontribusinya kepada masyarakat, termasuk memajukan prestasi di dunia otomotif.

Baca juga : Mensos Sebut Tingginya Serapan Anggaran Buah dari Terobosan

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyatakan bahwa sebagai bagian dari kebijakan jaring pengaman sosial, bansos bantuan Presiden diharapkan bisa menjangkau seluas mungkin masyarakat terdampak covid-19.

Agar menjaring elemen masyarakat yang belum terjangkau bansos, Kementerian Sosial tidak hanya bermitra dengan pemerintah K/L, dan pemerintah daerah.

“Kami tidak hanya bekerja business as usual, yakni hanya bekerja dengan unsur-unsur pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah, K/L, atau bank negara. Dalam mendistribusikan bansos, kami juga melibatkan komunitas,” katanya.

Belakangan, Mensos terus mengintensifkan kemitraan dengan komunitas. Penyaluran bansos melalui komunitas merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Kemensos untuk mengakselerasi penyaluran bansos.

Untuk itu, Mensos bertemu dengan berbagai kalangan untuk memastikan masyarakat terdampak covid-19 menerima bantuan. Pihak yang telah disapa Mensos antara lain pekerja film, sinetron dan seniman.

Selain itu ada Gerakan Pemuda Ansor, Gerakan Angkatan Mudah Kristen Indonesia (GAMKI), pengasuh dan pimpinan Pondok Pesantren Shohibul Muslimin Serang, dan Forum Koordinasi Putra Putri Purnawirawan ABRI (FKPPI). (OL-2)

 

Baca Juga

AFP/Sam Panthaky

Layanan Telemedisin Didorong Jadi Pilihan di Tengah Pandemi

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 23:43 WIB
Di tengah pandemi, fasilitas kesehatan harus terus memberikan layanan kepada seluruh...
Kemendikbud

DPR Desak Anggaran POP Dialihkan untuk Biaya Internet Siswa

👤Antara 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 21:15 WIB
Kontroversi program organisasi penggerak (POP) yang digagas Mendikbud Nadiem Makariem telah membuat gaduh di...
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Temui Mendikbud, Katib Aam Nyatakan PBNU Ikut POP Kemendikbud

👤Antara 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 20:50 WIB
Gus Yahya menemui Mendikbud Nadiem Makariem, Kamis, untuk menyampaikan sikap PBNU terkait keikutsertaan dalam program...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya