Minggu 05 Juli 2020, 12:43 WIB

Protokol Ketat Warnai Misa Perdana di Katedral Denpasar

Arnoldus Dhae | Nusantara
Protokol Ketat Warnai Misa Perdana di Katedral Denpasar

MI/Arnoldus Dhae
Misa perdana Katedral Denpasar dengan protokol kesehatan covid-19

 

GEREJA Katedral Denpasar akhirnya melaksanakan misa pertamanya di awal masa new normal, Minggu (5/7). Misa dipimpin langsung oleh Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, Pr. Walau hanya dihadiri sekitar 300 umat dari kapasitas gereja sekitar 2000 orang, upacara tetap dilakukan dengan khusyuk dan hikmat. Upacara yang sama sudah dilakukan sejak Sabtu sore (4/7). Upacara berlangsung secara singkat karena ada beberapa bagian tata upacara yang hanya didaraskan tanpa ada nyanyian sebagaimana biasanya.

Menurut Uskup Denpasar, sekalipun gereja di Keuskupan Denpasar sudah dibuka namun protokol kesehatan tetap menjadi panglima tertinggi. Hal ini didasari oleh adanya semangat untuk terhindar dari penularan Covid19 di gereja. Selama tiga bulan, perayaan dilakukan di rumah melalui live streaming dan siaran televisi. Kemudian, awal Juni, Presiden Jokowi mengumumkan New Normal. 

"Kepada kita semua warga, diminta untuk memenuhi protokol kesehatan. Karena selama tiga bulan, umat ingin cepat selesai dengan situasi yang sulit. Antara kesehatan dan ekonomi harus berjalan seimbang. Makanya protokol kesehatan juga diterapkan di Gereja Katolik secara ketat," ujarnya. 

Semua kegiatan ibadat bisa dibuka. Di Keuskupan Denpasar dibuka dengan melaksanakan dengan protokol kesehatan dan anjuran Gugus Tugas. 

"Mereka yang belum nyaman juga tidak dipaksa ke gereja. Jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan, hindari kerumunan. Kita tetap beribadat secara sehat, terhindar dari Covid-19. Kita perlu proses dan waktu untuk terus menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Kita harus tetap hidup dan tetap sehat," ujarnya.

Ia meminta seluruh umat untuk mengikuti protokol kesehatan yang sudah sesuai standar. Anjuran pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 tetap menjadi panduan utama. 

"Kita tidak mau ada umat yang akhirnya tertular saat kegiatan beribadat. Untuk itu terapkan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya. 

Ia meminta agar umat yang belum merasa nyaman ke gereja boleh tidak ikut ibadat. Anak-anak, para lansia dan umat yang sedang sakit dilarang mengikuti kegiatan ibadat di gereja dan masih bisa mengikuti ibadat secara live streaming dari rumah masing-masing.

"Inilah kehidupan new normal. Umat harus bisa segera menyesuaikan diri dengan hal-hal baru seperti tetap menggunakan masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menggunakan handsanitizer, jaga jarak dan seterusnya," ujarnya.

baca juga: Emil Touring Cek Penanganan Korona di Tasikmalaya

Pantauan di Gereja Katedral Denpasar menunjukkan, seluruh protokol kesehatan yang berhubungan dengan Covid-19 dilakukan dengan sangat ketat. Mulai dari pintu gerbang, umat yang masuk diwajibkan menggunakan masker. Tanpa masker, umat diusir pulang. Sebelum memasuki halaman gereja terbesar di Keuskupan Denpasar tersebut, umat diwajibkan untuk mengecek suhu tubuh.

Bila suhu melebihi 37 derajat, umat diminta tidak masuk gereja. Saat memasuki halaman, umat wajib melewati karpet disinfektan dan umat diarahkan untuk cuci tangan di beberapa portabel di beberapa titik.

Saat memasuki pintu bagian dalam, petugas sudah menyiapkan handsanitizer. Sebelum memasuki gereja wajib mencuci tangan dengan handsanitizer. Di dalam gereja, jaraknya sudah diatur secara ketat. Satu bangku hanya bisa diduduki 4 orang. Bahkan barisan bangku dibatasi tali agar umat tidak muda berpindah. Anggota koor juga dibatasi hanya 6 orang. Seluruh petugas upacara selain mengenakan masker juga wajib mengenakan face shield. (OL-3)

Baca Juga

Istimewa

Warga Bantaran Sungai Waspadai Banjir

👤Hijrah Ibrahim 🕔Kamis 26 November 2020, 08:38 WIB
BPBD Kota Ternnate mengeluarkan peringatan bagi warga yang bermukim di bantaran sungai untuk mewaspadai musim hujan dan...
MI/Djoko Sardjono

Pengungsi Merapi masih Bertahan

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 26 November 2020, 08:28 WIB
Sebanyak 375 pengungsi erupsi Gunung Merapi masih bertahan barak Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang,...
MI/Supardji Rasban

Hasil Tracking, Pejabat Brebes Positif Covid-19 Bertambah

👤Supardji Rasban 🕔Kamis 26 November 2020, 07:12 WIB
Hasil tracking pejabat di lingkungan Pemkab Brebes terkonfirmasi positif covid-19 usai tour Bromo-Malang, bertambah dari 10 orang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya