Minggu 05 Juli 2020, 08:18 WIB

Kinerja PDAM Balikpapan Disorot

Rudi Agung | Nusantara
Kinerja PDAM Balikpapan Disorot

ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Long storage atau kanal penyimpan air yang dijadikan air baku PDAM (foto ilustrasi)

 

TARIF PDAM Balikpapan, Kalimantan Timur dianggap tidak wajar karena naik mendadak sementara pelayanan air bersih ke pelanggan belum memadai. Direktur Eksekutif Kaltim Inisiatif, Adhi Supriadi mengatakan saat ini para pelanggan PDAM mengeluhkan naiknya tarif langganan dan masih rendah pelayanan air bersih. 

"PDAM Balikpapan juga menutup diri dari keterbukaan informasi terkait laporan kinerja dan keuangan. Banyak sekali masalah yang dialami PDAM Balikpapan. Dari rendahnya kontribusi deviden untuk kas daerah, harga pokok produksi yang tinggi sampai pelayanan yang selalu dikeluhkan warga," ujar Adhi, Sabtu (4/7). 

Ia membandingkan HPP PDAM Balikpapan dengan PDAM daerah lain di Kaltim. HPP PDAM Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara Rp5.800 per meter kubik, PDAM Tirta Kencana Samarinda Rp 4.519 per meter kubik, dan PDAM Tirta Taman Kota Bontang Rp4.689 per meter kubik. Sedangkan HPP PDAM Kota Balikpapan Rp8.000 per meter kubik. 

"Kenapa HPP PDAM Tirta Manggar Balikpapan sangat tinggi."

Menurutnya, PDAM Balikpapan berdalih tingginya HPP itu lantaran membayar biaya pegawai sebesar 8%, biaya bahan kimia sebesar 26%, biaya listrik sebesar 9%, biaya pemeliharaan sebesar 17%, biaya penyusutan sebesar 23%, biaya operasional lainnya sebesar 20%. 

"Tapi apakah penentuan biaya-biaya tersebut telah menggunakan prinsip efisiensi? Mengapa biaya-biaya itu jauh lebih mahal dibanding dengan biaya yang dikeluarkan PDAM lain di wilayah Kaltim?" ujarnya. 

Seharusnya, sambung Adhi, jika HPP PDAM Balikpapan sama dengan PDAM Kaltim sekitar Rp5.000-Rp6.000, maka pendapatannya pasti sangat besar. 

"Dari data yang kami miliki, jik akontribusi ke kas daerah hanya sekitar Rp16 miliar, banyak sekali profit yang diambil. Kemana larinya sisa profit itu" tanya Adhi. 

Ia meminta agar DPRD Balikpapan bisa melakukan evaluasi terhadap kinerja PDAM.

Menurut Adhi, dalam PP 122 dijelaskan bahwa PDAM memiliki dua fungsi yaitu sebagai badan usaha yang mencari keuntungan untuk membantu keuangan daerah. Kedua, berfungsi memberi layananair bersih yang murah bagi warga termasuk masyarakat berpenghasilan rendah. 

"Tapi faktanya berkebalikan," lanjutnya. 

Terkait kinerja pelayanan, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Thohari Azisturut mempertanyakan. Ia menjelaskan data terakhir yang diperolehnya menyebut ada sekitar enam ribu warga yang telah meminta pemasangan air bersih PDAM, namun belum terpenuhi. 

"Memang beberapa fraksi telah menyoroti upaya pemkot agar serius menyikapi manajemen PDAM," tegasnya.

Ia mengakui permasalahan ini terjadi berlarut-larut. Setiap tahun selalu mendapat keluhan mengenai permohonan wargayang kesulitan mendapat air bersih. 

"Padahal ini menyangkut kebutuhan dasar hiduporang banyak. Direktur PDAM harus dievaluasi," tegas Thohari.

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan,Syukri Wahid, juga menyesalkan kinerja PDAM yang dinilai buruk. Apalagi belumusai masalah air bersih, ratusan warga sampai menggeruduk kantor PDAM lantarantarif tinggi yang naik mendadak. 

"Kita akan evaluasi kinerja PDAM secepatnya," jelasnya. 

Ia sepakat dengan usulan warga agarPDAM Balikpapan lebih terbuka dalam memberi informasi laporan keuangan. Bahkan,ia menyarankan dilakukan audit eksternal agar benar-benar menjamin tidak adakebocoran pada pendapatan keuntungan PDAM. 

"Apalagi tingkat kebocoran dankehilangan air di Balikpapan sebesar 20%," jelasnya. 

Terkait masalah HPP yang dinilaiterlalu tinggi, Syukri masih akan memelajarinya lebih lanjut. Ia tak menampik jika layanan PDAM kerap kali dikeluhkan masyarakat Balikpapan. 

Warga Balikpapan, Andi mengaku kaget melihat tagihan PDAM yang membengkak. Ia mengatakan setiap bulan biasanya hanya membayar tagihan air sebesar Rp400 ribu, namun di bulan Juni 2020 ia harus merogoh kocek Rp1 juta lebih. 

"Ini tak masuk akal. Apalagi tidak ada kejelasan dari PDAM. Kalau naiknya Rp50 ribu masih wajar lah. Tapi ini tiga kali lipat,gimana hitungnya," ujarnya. 

baca juga: Duh, Kepala Desa di Garut Sempat Jual Tanah Sekolah Negeri

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengaku telah mendengar keluhan soal PDAM. Ia pun meminta maaf kepadapelanggan atas keluhan itu. Ia tidak melarang warga menggeruduk kantor PDAM,namun diimbau agar tetap memerhatikan protokol kesehatan. 

"Saya minta maaf kepada masyarakat utamanya para pelanggan. Mohon jika melakukan pengaduan ke PDAM protokol kesehatan tetap dijaga," pesannya.

Pihak PDAM Balikpapan hingga saat ini belum merespons keluhan masyarakat adanya kenaikan biaya langganan air PDAM. (OL-3)
 

Baca Juga

DOK MI

Pemkab Cianjur Kejar Target 10 Ribu Swab Test

👤 Benny Bastiandy 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 02:50 WIB
Pemkab Cianjur akan meminta bantuan pengadaan alat tes usap ke Pemprov Jabar. Alat tes usap diperlukan untuk memenuhi target jumlah...
DOK MI

Pelayanan RSUD Cibabat Cimahi Kembali Dibuka

👤Depi Gunawan 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 02:30 WIB
RSUD CIbabat Cimahi sempat ditutup selama tiga hari pascabelasan pegawai terkonfirmasi positif virus korona...
DOK MI

Jelang Pilkada, Perguruan Silat di Sidoarjo Deklarasi Damai

👤Heri Susetyo 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 02:16 WIB
Deklarasi damai belasan perguruan silat dilakukan untuk menjadi situasi di Sidoarjo akan tetap kondusof jelang digelarnya pemilihana kepala...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya