Minggu 05 Juli 2020, 07:41 WIB

Ketua KPK Sodorkan Tiga Pendekatan Cegah Korupsi

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Ketua KPK Sodorkan Tiga Pendekatan Cegah Korupsi

DOK KPK
Tiga pendekatan dilakukan oleh KPK dalam pemberantasan korupsi

 

KETUA KPK Firli Bahuri mengatakan ada tiga pendekatan dalam pemberantasan korupsi dan harus diberi porsi yang sama.

"Resep pas dan dosis pas. Ketiga pendekatan ini merupakan core bussiness KPK dalam pemberantasan korupsi dan dilaksanakan secara holistik, integral sistemik, sustainable," kata Firli Bahuri dalam keterangan resmi, Minggu (5/7).

Ketiga pendekatan itu adalah pendekatan pendidikan masyarakat yang menyasar kepada tiga sasaran yaitu pertama jejaring pendidikan formal dan informal mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Kedua, penyelenggaraa negara dan partai politik, serta ketiga adalah badan usaha mikik negara (BUMN), BUMD dan swasta.

"Pendekatan ini akan mempengaruhi mindset dan culture set segenap elemen bangsa utk tidak berkeinginan melakukan korupsi," ujarnya.

Kemudian pendekatan pencegahan sasaran menghilangkan peluang dan kesempatan. 

"Dengan merasuk kepada perbaikan, penyempurnaan dan penguatan sistem. Prinsi tujuan pencegahan adalah menghilangkan kesempatan atau peluang korupsi dengan cara pembangunan atau perbaikan sistem. Di samping itu dengan perbaikan sistem mk diharapkan pendapatan negara dan daerah bisa meningkat," tambahnya.

Karenanya perlu dilakukan penelitian dan pengembangan guna menelaah dan meneliti atas sistem yg ada. 

"Sesuai teori yang pernah saya ketahui bahwa korupsi itu juga muncul disebabkan oleh karena sistem. By system corruption, corruption because of fail, bad and weak system. Jadi keberadaan litbang menjadi penting untuk mengkaji dan meneliti. Apakah sistemnya gagal, sistemnya lemah atau sistemnya buruk dengan sasaran adanya perbaikan. Penguatan dan koreksi sistem yg ada serta pembangunan baru baik sistem politik, sistem tata niaga, sistem pelayanan publik, sistem perijinan dan sistem ekonomi)," kata Firli.

Dengan pendekatan tersebut Firli berkeinginan  hilangnya kesempatan dan peluang melakukan korupsi. Para calon korupsi tidak memiliki peluang dan kesempatan uuntuk korupsi karena sistem sudah baik. 

Firli menambahkan pendekatan terakhir adalah pendekatan penindakan dengan penegakan hukum yg tegas,efektif sehingga menimbulkan kesadaran untuk taat patuh pada hukum bukan hanya sekedar membuat rasa takut akan sanksi yang berat. Kalau hanya menimbulkan rasa takut, maka para korupsi akan melakukan inovasi dan berkreasi untuk menemukan cara-cara modus operandi supaya tidak tertangkap.

baca juga: KPK Tahan 7 Tersangka Suap Bupati Kutai Timur

"Law enforcement yang dilakukan profesional, akuntabel, berkeadilan, kepastian hukum dan menjunjung tinggi HAM. Pendekatan penindakan (law enforcement approach) akan membuat para calon koruptor takut melakukan korupsi. Kami meyakini dengan tiga pendekatan pemberantasan korupsi maka KPK akan memberi andil besar dalam pemberantasan korupsi. Dan menjamin pembangunan nasional tetap berlangsung sehingga Indonesia bebas dari korupsi. Dan cita cita besar para pendiri bangsa utk mewujudkan Indonesia yang sejahtera. Indonesia cerdas, adil makmur, serta maju dapat terwujud," pungkasnya. (OL-3)


 

Baca Juga

Dok.MI

Dua Jenderal Tersangka Suap

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 04:31 WIB
Selaku tersangka pemberi suap ialah Joko Tjandra dan seorang pengusaha, Tommy Sumardi, sedangkan tersangka penerima Irjen Napoleon...
Grafis Medcom.id

APBN 2021 untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

👤Dhk/Cah/X-11 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 03:59 WIB
Ketidakpastian global maupun domestik masih akan terjadi. Program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di...
DOK PRESIDENTIAL PALACE/AGUS SOEPARTO

Lakukan Lompatan Besar

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 03:48 WIB
Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengapresiasi DPR yang cepat menyetujui sejumlah peraturan pemerintah pengganti undang-undang, memuji...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya