Minggu 05 Juli 2020, 00:09 WIB

KBRI New Delhi Fasilitasi Repatriasi 107 WNI yang Tertahan

Retno Hemawati | Internasional
KBRI New Delhi Fasilitasi Repatriasi 107 WNI yang Tertahan

Dokumentasi KBRI India
KBRI New Delhi kembali memfasilitasi program repatriasi mandiri jilid-2 dengan menggunakan penerbangan khusus maskapai Garuda Indonesia.

 

USAI suksesnya repatriasi mandiri perdana pada 20 Mei 2020 lalu, KBRI New Delhi kembali memfasilitasi program repatriasi mandiri jilid-2 dengan menggunakan penerbangan khusus maskapai Garuda Indonesia pada Sabtu (4/7). Lebih banyak dari sebelumnya, repatriasi jilid-2 kali ini diikuti oleh 107 orang WNI tertahan di India.

Pesawat Garuda Indonesia dengan kode penerbangan (GA 8270) berkapasitas 152 penumpang tersebut dijadwalkan berangkat dari embarkasi Indira Gandhi International Airport (IGIA) dengan ETD 04.00 dini hari waktu New Delhi. Sebelum mendarat di Bandara Soekarno Hatta pukul 16.00 WIB, pesawat terlebih dahulu singgah di Bandara Kuala Namu, Medan pada pukul 12.30 WIB.

Seyogyanya pesawat GA 8270 merupakan Chartered Flight yang disewa oleh Pemerintah Fiji untuk mengangkut warga negaranya dari Indonesia dengan rute penerbangan Jakarta-Medan-New Delhi-Fiji. Tak ingin kehilangan kesempatan, melihat adanya peluang bisa membawa WNI dari New Delhi ke Indonesia, KBRI dalam kurun waktu kurang dari sepekan menyiapkan semua persiapan untuk memfasilitasi kepulangan para WNI yang masih tertahan di India.

Total WNI yang mengikuti repatriasi jilid-2 adalah 107 orang, terdiri dari 44 orang mahasiswa, 2 orang pelatih bulu tangkis, 4 pekerja terapis, 9 orang pelaut, 16 orang peziarah religi dan 42 orang lainnya merupakan profesonal dan pelancong/traveller.

Menariknya, WNI yang ikut repatriasi kali ini mayoritas yang berada di luar kota New Delhi dengan jarak tempuh yang cukup jauh, seperti Chandigarh, Aligarh, Chennai, Bangalore, Pune, Lucknow, Indore, Noida, Mumbai, Trichy, sehingga terpaksa harus menggunakan penerbangan domestik terlebih dahulu atau menempuh jalan darat yang cukup jauh.

Seperti yang dialami oleh kedua Perwira Siswa TNI yang menjalani studi di Army War College, Indore, Negara Bagian Madhya Pradesh, mereka terpaksa menempuh jalan darat selama 15 jam non-stop untuk bisa tiba di New Delhi tepat pada waktunya, karena pesawat domestik yang seharusnya terbang ke New Delhi sehari sebelum repatriasi ditunda hingga hari berikutnya.

Program repatriasi jilid-2 ini disambut dengan antusias tinggi oleh para WNI, mengingat mereka sudah hampir 4 bulan tertahan di India dan tidak bisa kembali ke tanah air karena kebijakan lockdown yang diterapkan oleh pemerintah India sejak tanggal 24 Maret 2020 lalu yang berakibat tidak tersedianya penerbangan internasional hingga saat ini.

“Sangat lega dan bersyukur sekali dengan adanya program repatriasi mandiri ini, saya sudah tertahan di India lebih dari tiga bulan, orang tua pun sangat khawatir dengan keadaan di India yang tak kunjung membuka penerbangan internasional. Perbekalan juga sudah sangat menipis. Terima kasih atas kerja keras tim KBRI dan semua pihak yang terlibat dalam program ini,” ujar Akbar Ersa pelancong yang sebelumnya pernah merasakan pendidikan tinggi di Aligarh Muslim University di Uttar Pradesh.

Waktu persiapan yang sangat singkat menjadi tantangan tersendiri pada program repatriasi jilid-2 ini. Namun berbekal pengalaman repatriasi sebelumnya, upaya Tim Satgas KBRI berhasil mengantisipasi hal-hal yang bisa menghambat kelancaran proses pergerakan WNI dari tiap-tiap Negara Bagian yang berbeda menuju titik konsentrasi di Ibis Hotel, New Delhi sesuai dengan waktu yang diharapkan.
 
Dubes RI untuk India, Arto Suryodipuro ikut turun langsung ke titik konsentrasi dan bandara IGIA New Delhi untuk memastikan semua persiapan keberangkatan pulang ke tanah air sudah sesuai dengan perencanaan.

“Saya turut gembira, saudara-saudara sekalian akhirnya bisa pulang ke tanah melalui program repatriasi mandiri ini. Selamat jalan dan semoga semua tiba di tanah air dengan selamat dan bisa berkumpul kembali dengan sanak keluaga tercinta. Program ini merupakan implementasi dari komitmen Pemerintah RI dalam upaya menjamin keamanan sekaligus perlindungan bagi WNI di luar negeri, khususnya yang berada disituasi lockdown dan ancaman tertular oleh Covid-19,” Ujar Dubes Arto saat berinteraksi dengan para WNI melalui keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Minggu (5/7).

Guna kelancaran proses kepulangan WNI pada program repatriasi jilid 2 ini, Satgas KBRI New Delhi selain menyediakan transportasi, para WNI juga diberikan informasi tentang protokol kesehatan yang harus dipatuhi selama penerbangan hingga saat ketibaan di Jakarta, termasuk kewajiban mengenakan APD.

Satgas KBRI New Delhi juga membekali para WNI dengan surat keterangan jalan, surat keterangan bebas covid-19, dan surat keterangan sehat ready to fly yang dikeluarkan otoritas kesehatan. KBRI New Delhi juga memfasilitasi peserta repatriasi untuk melakukan swab test covid-19. (OL-12)

Baca Juga

AFP/Douglas Magno

Bulgaria Perpanjang Darurat Covid-19 Hingga 30 November

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 September 2020, 05:00 WIB
Kondisi demikian telah diperpanjang beberapa kali, dengan perpanjangan terbaru hingga akhir...
AFP

Pangeran Harry dan Meghan Minta Warga AS Berikan Suara

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 September 2020, 04:30 WIB
Harry dan Meghan sekarang tinggal di California, setelah mengundurkan diri dari peran senior mereka di dalam Kerajaan Inggris pada...
AFP

Muhyiddin Tolak Klaim Anwar

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 24 September 2020, 03:26 WIB
Pertemuan Raja Abdullah dengan Anwar Ibrahim telah ditunda sampai waktu yang tidak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya