Sabtu 04 Juli 2020, 19:49 WIB

Tanpa Surat Rapid Test, Yaya Urung Mudik ke Jombang

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Tanpa Surat Rapid Test, Yaya Urung Mudik ke Jombang

MI/ Insi Nantika Jelita
Warga mengurus tiket keberangktan KA Jarak Jauh di Stasiun Gambir

 

SEORANG pria berkacamata berbalut jaket oranye tampak sekonyong-koyong keluar dari Stasiun Gambir. Setelah berbicara dengan petugas setempat, ternyata warga bernama Yaya itu belum melengkapi persyaratan untuk melakukan perjalanan dengan kereta api jarak jauh.

Bukan persoalan harus melampirkan surat izin keluar masuk (SIKM) yang menjadi kendala Yaya, melainkan surat keterangan uji rapid test yang belum ada.

"Saya mau ke Jombang (Jawa Timur). Ini mendadak karena orang tua saya meninggal. Ingin buru-buru, tapi saya kurang syaratnya, surat rapid test. Saya pergi lagi habis ini untuk urus itu," kata Yaya di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7).

Yaya harus bergegas mencari rumah sakit terdekat untuk melakukan rapid test tersebut meski siang itu mentari sangat terik. Dalam waktu waktu kurang dari dua jam ia harus menyelesaikan persyaratan tersebut sebelum keretanya berangkat pukul 14.00.

Salah satu petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menuturkan, syarat keterangan rapid test dengan menunjukan hasil negatif reaktif covid-19 merupakan aturan yang diperintahkan oleh Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 Atas Perubahan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Setiap individu yang melakukan perjalanan orang dengan transportasi umum darat, perkeretaapian, laut dan udara harus memenuhi persyaratan: menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah). Kedua, menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan," sebut isi SE Nomor 9/2020 itu.

"Jadi itu keharusan yang harus dipenuhi dalam persyaratan untuk naik kereta jarak jauh," kata petugas tersebut.

Diketahui, sejak 12 Juni 2020, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta kembali menjalankan 2 KA Jarak Jauh mulai Jumat, 3 Juli 2020 yaitu KA Turangga relasi Stasiun Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng dan KA Kertajaya relasi Stasiun Pasar Senen-Surabaya Pasarturi. (OL-8).

 

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Hari Ini, Jakarta Laporkan 598 Kasus Covid-19 Baru

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 21:05 WIB
"Dengan tingkat kesembuhan 65,3%, dan 991 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,4%, sedangkan tingkat kematian Indonesia...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Trans-Jakarta Kembali Buka Empat Koridor Non BRT

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:35 WIB
Keempat rute tersebut adalah Rute 7A (Kampung Rambutan - Lebak Bulus), Rute 9D (Pasar Minggu - Tanah Abang), Rute D21 (Universitas...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Pintu Akses Tunggal Stasiun Tanah Abang kini Berlaku Setiap Hari

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:19 WIB
"Untuk memaksimalkan upaya jaga jarak ini, PT KCI juga memberlakukan pintu akses tunggal ini mulai pukul 14.00 pada hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya