Sabtu 04 Juli 2020, 14:30 WIB

PA 212 Gelar Apel Siaga Besok, Wajib Taati Protokol Kesehatan

 PA 212 Gelar Apel Siaga Besok, Wajib Taati Protokol Kesehatan

MI/WIDJAJADI
PA 212 ketika melakukan aksi demonstrasi di Surakarta. Di masa pandemik covid-19 mereka harus menerapkan protokol kesehatan saat unjuk rasa.

 

POLDA Metro Jaya tidak menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) terkait rencana Apel Siaga Ganyang Komunis oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ulama, serta organisasi kemasyarakatan lainnya pada Minggu (5/7).
 
"Kalau kita pemberitahuan, pemberitahuannya sudah ada, tapi kita tidak mengeluarkan STTP, tapi kita siapkan pengamanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Jakarta, hari ini.

Yusri menuturkan petugas tingkat polres yang akan terlibat pengamanan karena peserta aksi hanya menggelar apel siaga dan tidak ada agenda keliling atau long march.

Yusri menyampaikan agar peserta apel siaga itu mengikuti aturan menyampaikan pendapat di muka umum dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah karena masih masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Sekarang kan masih PSBB, protokol kesehatan wajib mereka ikuti, tidak ada ramai-ramai, bakar-bakar misalkan, pasti kita tangkap kalau begitu," tegas Yusri.

Yusri juga mengharapkan tidak ada terjadi kembali aksi pembakaran atribut atau bendera salah satu partai politik. "Kita harap seperti itu karena itu cuma apel, mereka bukan demo. Hanya apel siaga. Itu kan apel siaga aja, kita pengamanan aja," tutur Yusri.

Polisi perwira menengah itu juga menyebutkan polisi akan menyiapkan skenario pengalihan arus yang akan diberlakukan secara situasional atau saat terjadi kepadatan kendaraan.

Anggota PA 212, GNPF, serta beberapa organisasi kemasyarakatan lainnya berencana menggelar apel siaga di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (5/7).(OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

KPK akan Optimalkan Penanganan Korupsi Korporasi

👤Dhika kusuma winata 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:57 WIB
Nawawi mengatakan komisi antirasuah hingga kini sudah menjerat sedikitnya enam korporasi sebagai tersangka. Dua perusahaan di antaranya...
MI/SUSANTO

KPK, Kejaksaan, dan Polisi, belum Maksimal Gunakan TPPU

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:02 WIB
Pengusutan pencucian uang di ketiga institusi penegak hukum itu masih minim. Hal itu juga berdampak pada pemulihan aset (asset recovery)...
ADAM DWI

Dinilai Lamban Tangani Kasus Etik, Dewas KPK: Kami Tidak Gegabah

👤antara 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 15:45 WIB
Dewas KPK tetap bekerja profesional dan tidak mau gegabah dalam memutus seseorang telah melanggar etik atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya