Sabtu 04 Juli 2020, 13:10 WIB

Humor sebagai Medium Pemikiran Kritis

Bagus Pradana | Weekend
Humor sebagai Medium Pemikiran Kritis

dok.pribadi
Peserta diskusi jariangan Gusdurian yang membahas soal Humor Politik

BERBICARA tentang humor politik, tak lengkap rasanya jika tidak menyinggung Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Selain dikenal sebagai tokoh pembela kaum minoritas, Gus Dur juga dikenang karena humor-humor politiknya yang renyah namun reflektif yang sering beliau lontarkan.

Dalam rangka meneladani pemikiran Gus Dur melalui humor-humor politiknya, Komunitas jaringan Gusdurian mengadakan diskusi daring bertajuk 'Melawan Melalui Lelucon' pada, Jumat (3/7) malam, dengan pemateri Harius Salim HS, peneliti pemikiran Gus Dur dan penulis buku 'Sang Kosmopolit' (2020) serta Komika Sakdiyah Ma'ruf yang juga merupakan salah seorang pegiat di Jaringann Gusdurian. Diskusi ini dipandu Inayah Wahid, putri Gus Gur.

Hairus membuka diskusi tersebut dengan merunut perkembangan humor politik di Indonesia, dimulai pada masa Orde Baru yang dimotori oleh institusi media yang menggunakan humor untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintahan. Kemudian di akhir Orde Baru, ekspresi humor politik ini, menurutnya, lebih terbuka lagi, dengan salah satu motor penggeraknya adalah Gus Dur yang cukup aktif memberikan ulasan politik dengan perspektif humor.

"Saya kira zaman Orde Baru itu humor itu dijalankan oleh Institusi, artinya jarang pribadi memainkan itu. Pada waktu yang memegang peranan penting adalah media, salah satunya adalah koran, mereka biasanya memainkan ilustrasi. Tidak ada kritik yang muncul dipermukaan, kritik itu muncul tapi sifatnya underground akhirnya humor berubah menjadi rumor karena nggak bisa keluar," papar Hairus.

"Baru menjelang Orde Baru jatuh muncul kelompok-kelompok yang mau mengkritik menggunakan humor, salah satunya Gus Dur, beliau memainkan peran komedian sekaligus sebagai politisi," imbuhnya.

Namun Hairus memberi catatan penting tentang perkembangannya humor di masyarakat kita. Meskipun ruang-ruang demokratisasi belakangan ini mulai dibuka, ia heran mengapa justru masyarakat kini menjadi semakin puritan.

"Celakanya kita ini, makin terbuka humor kita ini, pada saat yang sama masyarakat kita ini justru makin puritan dibanding beberapa tahun yang lalu," lanjut direktur Lembaga Kajian Islam (LKIS) Yogyakarta tersebut.

Menjaga kewarasan

Serujuk dengan Hairus, Komika Sakdiyah Ma'ruf berpendapat seharusnya di era keterbukaan informasi seperti saat ini humor dapat menjadi penjaga kewarasan berpikir masyarakat.

"Saat represi muncul salah satu perlawanan yang paling efektif adalah melalui humor. Tapi saat demokrasi berhasil kita raih dan keran kebebasan dibuka, humor tetap krusial fungsinya yaitu untuk memicu critical thinking dari masyarakat, agar masyarakat tidak menganggap kondisi demokratis ini selalu baik-baik saja," ungkap Komika yang sering mengetengahkan isu-isu berkaitan dengan dinamika keislaman serta kesetaraan gender ini. 

"Tapi kenyataannya di Indonesia, negara yang sudah mengaku demokratis ini, saat ini memang humornya cukup meriah tetapi represi terhadap humor juga meriah," sambung Diyah.

Menurutnya, humor sebenarnya memainkan peran penting dalam interaksi sosial modern di Indonesia hari ini, dan layak dijadikan sebagai pilar kelima demokrasi. 

"Humor tetap krusial untuk menghighlight apa yang sudah disampaikan kepada masyarakat untuk mempromote critical thinking dan juga untuk menjadi pengawal demokrasi," tegas komika perempuan yang masuk dalam daftar 100 wanita inspiratif versi BBC ini.  

"Humor itu seharusnya menjadi pilar kelima demokrasi untuk menjaga demokrasi tetap pada rel-nya," pungkasnya. (M-4)

Baca Juga

Dok Nona

Brand Lokal Nona Berkonsep Loose Wear, Lahir dari Engineer

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 23:55 WIB
Untuk setiap detail cutting design koleksi pakaiannya sangat diperhatikan karena berasal dari tangan wanita seorang mantan...
AFP

Netflix Buka Lebar Produksi Konten Lokal

👤Antara 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 21:27 WIB
Netflix selalu menerima segala masukan mengenai tayangan yang ingin dilihat masyarakat Indonesia, termasuk tayangan original bermuatan...
Dok Netflix

Bioskop Diyakini Tetap Tak Tergantikan

👤Fathurrozak 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 19:55 WIB
Setelah pandemi, keberadaan bioskop akan berdampingan dengan VoD...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya