Jumat 03 Juli 2020, 21:33 WIB

Enam Ruas Jalan di Palembang yang Rusak Ditarget Mulus

Dwi Apriani | Nusantara
Enam Ruas Jalan di Palembang yang Rusak Ditarget Mulus

MI/Dwi Apriani
Perbaikan jalan di Palembang

 

ENAM ruas jalan di Kota Palembang yang rusak parah akan ditarget mulus. Adapun enam ruas jalan itu diantaranya Jalan Alang-Alang Lebar, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Mayjend Yusuf Singa Dekane, Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumatra Selatan, Kgs Syaiful Anwar mengatakan, enam ruas jalan di Kota Palembang yang kerap mengalami kerusakan parah dijamin bakal mulus dalam beberapa tahun ke depan karena masuk dalam skema proyek investasi kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) 2020.

‘’Proyek pembangunan jalan di Palembang dengan skema KPBU ini bakal menjadi pilot project, sebenarnya ada juga di Papua dan Riau. Tapi bisa dikatakan, di Palembang yang sudah ada progres,’’ kata Syaiful, Jumat (3/7).

Ia menjelaskan proyek KPBU itu bakal dikerjakan perusahaan konsorsium yakni PT Adhi Karya dan PT Brantas Abipraya dengan nilai investasi senilai Rp940 miliar untuk menggarap enam ruas jalan Kota Palembang sejauh 30 Km, dengan spesifikasi cor beton.

Baca juga : Didemo Mahasiswa, Bupati Lanjutkan Izin Pabrik Semen

Saat ini konsorsium dalam proses pembuatan badan usaha dengan batas waktu hingga tiga bulan ke depan. Sembari menunggu proses tersebut, Syaiful mengatakan BBPJN Sumsel akan tetap memelihara enam ruas jalan tersebut menggunakan anggaran rutin pemeliharaan jalan tahun 2020.

Ia menjelaskan dalam skema KPBU itu, nantinya pemerintah akan mengembalikan investasi tersebut secara bertahap selama 15 tahun.

Oleh karena itu, perusahaan konsorsium akan bertanggung jawab penuh terhadap kemantapan jalan tersebut selama masa investasi tersebut.

Dijelaskannya, perusahaan konsorsium juga akan dibangunkan dua jembatan timbang di perbatasan Kota Palembang yakni di kawasan Betung dan Jalan Yusuf Singa Dekane untuk mencegah kendaraan bermuatan lebih (overloading) melintasi jalan tersebut.

‘’Ini keuntungannya, bukan hanya jalan yang dibangunkan tapi juga jembatan timbangnya sehingga kondisi kemantapan jalan bisa lebih lama. Jika benar-benar dijaga hanya kendaraan dibawah bobot 10 ton, kemungkinan bias sampai 10 tahun berdasarkan hasil riset,’’ kata dia.

Di sekitar jembatan itu juga dibuat sarana pergudangan sehingga bagi kendaraan yang kelebihan muatan dapat menyimpan barangnya di gudang tersebut untuk sementara waktu sebelum diangkut oleh kendaraan lain.

‘’Bisa dipastikan jalan akan mulus terus, karena investornya pasti tegas karena tidak mau jalannya rusak,’’ pungkasnya.(OL-2)

 

 

 

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Besi Pembatas Jalan di Ampera Rusak, BBPJN Anggarkan Rp40 Juta

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 16:44 WIB
BBPJN Sumsel telah menganggarkan Rp40 juta  untuk memperbaiki 135 bollard atau besi pembatas Jembatan Ampera yang rusak dan...
Antara

Muarojambi Mulai Terbakar

👤Solmi 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 16:09 WIB
Hampir sepuluh hektare lahan di sekitar konsesi sebuah korporasi di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Taman Rajo, terpanggang semenjak...
Dok/Ist

Pemerintah Diminta Percepat Pembangunan di Labuan Bajo

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 16:00 WIB
Dengan semakin banyak pembangunan di Labuhan Bajo otomatis semakin sejahtera...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya