Jumat 03 Juli 2020, 19:36 WIB

Financial Planner : Saat Covid-19 Harus Bijak Rencana Pembiayaan

Deri Dahuri | Ekonomi
Financial Planner : Saat Covid-19 Harus Bijak Rencana Pembiayaan

Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi perencanaan keuangan keluarga saat pandemi Covid-19.

 

PENINGKATAN kasus Covid-19 di Indonesia masih tercatat tinggi setiap harinya, per tanggal 2 Juli 2020, tercatat 57.770 positif Covid-19 dengan penambahan kasus harian di angka 1.385 di seluruh Indonesia.

Meskipun pemerintah telah mengambil keputusan untuk menetapkan ‘New Normal’ sehingga larangan perkumpulan masa telah diperbolehkan, tetap perlu ada pertimbangan dari masyarakat mengingat karakter transmisi virus ini.

Selain itu, dengan terjadinya pandemi, banyak dampak yang dirasakan baik secara mikro maupun makro pada aspek perekonomian, sehingga keputusan finansial di masa ini menjadi sangatlah krusial.

Dengan alasan tersebut, maka perlu adanya edukasi untuk masyarakat yang sedang dilanda dilema akan keputusan melaksanakan resepsi pernikahan dan perencanaan keuangan di masa pandemi.

Dalam bincang virtual bertema ‘Hemat Pernikahan Untuk Investasi Masa Depan di Masa Covid-19’ yang diselenggarakan Bintaro Jaya High Rise (BJHR), brand gabungan condominium milik PT Jaya Real Property Tbk, pada Jumat (3/7), financial planner dari ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie, dan figur pasangan muda sukses, Ayudia C dan Ditto Percussion, memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya manajemen keuangan di masa pandemi.

“Tentu saja sejak terjadinya pandemi, banyak penyesuaian di kehidupan kami, meskipun sudah bisa serba virtual, tetap saja ada beberapa proyek yang belum bisa jalan, ada dampaknya sih terhadap keuangan,” ujar Ayudia.

“Tentunya, penting sekali memikirkan pengeluaran dan memiliki perencanaan keuangan yang strategis di masa ini, sebagai keluarga muda, kita harus mulai bisa mengesampingkan pengeluaran yang tidak primer apalagi di masa pandemi yang belum tahu berakhir hingga kapan”, tambah Ditto Percussion.

Prita Hapsari Ghozie, CEO & Principal Consultant @zapfinance mengatakan, “Masa pandemi ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa sangat diperlukan adanya sikap kritis dan bijaksana dalam perencanaan pembiayaan, karena akan ada tragedi yang akan berdampak pada perekonomian yang tidak diduga, sehingga kita harus selalu siap secara finansial.”

Prita juga membahas tentang pembiayaan yang wajar untuk melangsungkan pesta resepsi pernikahan.

 “Mungkin pandemi ini justru menjadi momen untuk kita semua berefleksi bahwa sebenarnya perencanaan resepsi pernikahan tidak perlu memakan biaya besar, apalagi sampai berhutang hanya untuk pesta satu hari, ini yang harus diperhatikan dengan baik,” ujar Prita.

Prita kemudian menjabarkan perhitungan perencanaan pembiayaan resepsi yang ideal dan tidak termasuk kategori pemborosan.

 “Sebuah pesta pernikahan dikatakan pemborosan ketika setelah menikah tidak ada dana darurat, jumlah biayanya sudah melebihi bujet yang sudah dikumpulkan sebelumnya, bahkan sampai berutang. Dan akibatnya apa? Keuangan saat memulai pernikahan menjadi berantakan,” ujar Prita.

“Solusinya tentu saja sadar dengan kemampuan diri sendiri. Who are we fooling? Buat apa membuat pesta mewah, demi harga diri kalau akhirnya kita tidak bisa memenuhi berbagai kebutuhan keluarga termasuk punya rumah?” tuturnya.

Menurut Prita, dana darurat, dana rumah, dan dana investasi untuk masa depan adalah tiga  hal utama.

“Survei: Bridestory- Rangkuman Industri Pernikahan 2019 Sebagai contoh, biaya pernikahan mewah yaitu mengundang 50 tamu dengan budget Rp75 juta. Artinya, jika baru mempersiapkan dana Rp50 juta, maka bayangkan selisih uangnya harus ditutup dengan utang,” jelasnya.

Saat membahas soal pesta pernikahan, Ayudia dan Ditto juga menambahkan,“Justru aku dan Ayudia orang yang sangat sederhana, tapi karena pesta pernikahan itu kan hitungannya hajatan keluarga, jadi kita mengikuti tradisi keluarga dan rangkaianrangkaiannya, dari mulai lamaran, akad hingga resepsi, capek banget, dan juga costly”.

Ayudia dan Ditto menjelaskan bahwa semenjak berkeluarga, mereka belajar bahwa di masa muda dan memulai pernikahan sangatlah penting untuk berinvestasi.  Ayudia dan Ditto memilih untuk berinvestasi di properti, seperti apa yang juga sudah mereka tayangkan dalam konten YouTube-mereka. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Permana

CEO Jouska Minta Waktu Untuk Ganti Kerugian Klien

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:43 WIB
Aakar Abyasa telah mengirimkan surat elektronik kepada klien yang merasa dirugikan. Dia juga menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen...
Ist/Kementan

Petani Jagung di NTB Siap Penuhi Industri Pangan dan Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:39 WIB
Koperasi Dinamika Nusa Agribisnis (DNA) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mampu merintis produksi jagung rendah alfatoksin yang...
Ilustrasi

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama KLHK Dilantik

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:43 WIB
Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II lingkup KLHK dilantik Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya