Jumat 03 Juli 2020, 19:18 WIB

Petakan Kembali Potensi Industri Pariwisata di Tanah Air

Mediaindonesia.com | Humaniora
Petakan Kembali Potensi Industri Pariwisata di Tanah Air

Antara
Goa Pawon di Gunung Pawon di Cipatat Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (19/9/2016).

 

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kini fokus mengembalikan atmosfer industri pariwisata di Tanah Air. Kementerian yang dipimpin Wishnutama itu berencana memetakan kembali seluruh potensi pariwisata sekaligus pasarnya.

"Kemenparekraf memperkuat produk pariwisata melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Roadmap Produk Wisata Alam, Budaya, dan Buatan," ungkap Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani, Jumat (3/7).

Baca juga: Polemik Bali Jadi Wisata Syariah Terus Bergulir

FGD digelar di Hotel Mason Pine, Bandung Barat, pada Sabtu (4/6/2020) nanti. Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf/Bararekraf Alexander Reyaan, akan hadir di acara itu. Jumlah pesertanya 35 orang dari 4 instansi dengan narasumber kapabel.

Keempat instansi tersebut ialah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandung Barat, Kemenparekraf, hingga media. Sebagai narasumbernya ada Hery Sigit Cahyadi dan Pindi Setiawan.

FGD ini diharapkan bisa menghasilkan skenario rencana lengkap dengan peta pengembangannya, kebijakan hingga penahapan pengembangan 3 tipe produk wisata dan turunannya. Jangka waktu pengaplikasiannya menengah atau 5 tahun.

“Melalui FGD tentu diharapkan adanya output potensial untuk pengembangan 3 produk wisata beserta turunannya. Sebab, ada program strategis yang akan dituju. Program strategisnya berupa analisis pasar, strategi product market match juga strategi diversifikasi produk wisata,” terang Rizki.

Sama seperti destinasi lainnya, diversifikasi produk wisata memang potensial dimiliki Bandung Barat. Teritorialnya memiliki luasan sekitar 13 juta KM persegi dengan potensi pasar lokal 1,49 juta jiwa.

Kawasan ini terbagi dalam 16 kecamatan yang memiliki potensi produk wisata beragam. Sebut saja, Goa Pawon yang berada di Cipatat, Padalarang, yang menawarkan beragam pengalaman.

Baca juga: PHRI Minta Badan Promosi Pariwisata Indonesia Diaktifkan Lagi

Goa Pawon memiliki koleksi fosil manusia purba. Ada juga situs buatan, lereng batu alami, hingga hijau hutan alami. Koleksi wisata airnya ada Situ Ciburuy yang berada di Padalarang. Selain Pulau Ciburuy, wisatawan bisa menikmati wisata perahu, restoran pulau, area jajanan, hingga area oleh-oleh. Bandung Barat juga memiliki eksotisnya Curug Malela di Rongga yang dilengkapi infrastruktur terbaik.

“Kami berterima kasih kepada Kemenparekraf karena menggelar FGD di Bandung Barat. Selain alam, kami memiliki produk budaya dan buatan yang variannya sangat beragam. Bandung Barat itu memiliki amenitas dan aksesibilitas luar biasa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandung Barat Sri Dustirawati. (RO/A-3)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Kampanye Lingkungan melalui Fesyen

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 01:45 WIB
SELALU ada hikmah di balik musibah. Begitu kata orang, apa lagi bagi mereka yang selalu berpandangan...
Antara/Ampelsa

Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, Ini Potensi Penyebabnya

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 23:59 WIB
Diantaranya penanganan yang terlambat, penderita penyakit tidak menular hingga kesediaan fasilitas...
Dok. Yayasan Del

Lawan Covid-19, Yayasan Del Donasikan Ventilator di Sumut dan DKI

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 23:55 WIB
Yayasan Del yang berpusat di Jakarta dan memiliki unit afiliasi di Laguboti, Toba, Sumatera Utara, mendonasikan 5 unit ventilator bagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya