Jumat 03 Juli 2020, 14:55 WIB

Ratusan Gajah Afrika di Botswana Ditemukan Mati Misterius

Faustinus Nua | Internasional
Ratusan Gajah Afrika di Botswana Ditemukan Mati Misterius

AFP/MONIRUL BHUIYAN
Serombongan gajah sedang mencari air di Delta Okavango Botswana

 

Selama dua bulan terakhir, ratusan gajah Afrika di Botswana ditemukan mati secara misterius. Dilaporkan BBC, hal itu belum pernah terjadi sebelumnya baik di Afrika maupun di belahan dunia lainnya.

Peniliti dari National Park Inggris Dr Niall McCann mengatakan bahwa rekan-rekannya di Afrika Selatan telah menemukan lebih dari 350 bangkai gajah di Delta Okavango sejal awal Mei 2020. Tidak ada yang tahu mengapa hewan-hewan itu sekarat dan hasil laboratorium pun belum dikeluarkan pemerintah.

Dikutip BBC, Botswana adalah rumah bagi sepertiga populasi gajah Afrika. Para peneliti lokal pertama kali memberi tahu pemerintah pada awal Mei setelah melakukan penerbangan di atas Delta.

"Sebulan kemudian, penyelidikan lebih lanjut menemukan lebih banyak bangkai gajah, sehingga totalnya menjadi lebih dari 350," kata McCann seperti dilansir BBC (3/7).

Baca juga: Korban Tewas Longsor Tambang Giok Myanmar Jadi 162 Orang

"Ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal jumlah gajah yang sekarat pada satu peristiwa yang tidak ada kaitannya dengan kekeringan," sambungnya.

Pemerintah Botswana menyampaikan bahwa hal itu mungkin karena perburuan liar, mengingat banyak pihak yang masih mengincar gading gajah.

Direktur Departemen Satwa Liar dan Taman Nasional Botswana Dr Cyril Taolo kepada The Guardian mengungkapkan setidaknya 280 gajah telah mati. Sisanya masih akan dikonfirmasi lebih lanjut.

Taoli menyebut pihaknya belum mengetahui penyebab kematian gajah-gajah tersebut. Peristiwa kematian gajah dalam jumlah yang banyak selama 2 bulan terakhir merupakan pertama kali terjadi.

"Kami telah mengirim sampel untuk pengujian dan kami berharap hasilnya dapat diketahui dalam beberapa minggu ke depan," pungkasnya. (BBC/TheGuardian/OL-14)

 

Baca Juga

AFP

58 Ribu Orang Teken Petisi agar Libanon di bawah Mandat Prancis

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 20:08 WIB
Petisi itu berisikan keinginan untuk menempatkan Libanon di bawah mandat Prancis selama 10 tahun ke...
AFP/Mohd Rasfan

Eks Menkeu Malaysia Bantah Tuduhan Terima Suap US$ 1,5 Miliar

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 16:52 WIB
Lim Guan Eng menegaskan dirinya tidak menerima sepeser pun dari proyek terowongan bawah laut Penang. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak...
AFP/Thibault Camus

Soal Amonium Nitrat, Eks Kapten Kapal Salahkan Pemerintah Libanon

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 13:41 WIB
Kapal MV Rhosus membawa hampir 3.000 ton amonium nitrat yang kemudian ditahan otoritas Beirut lantaran gagal membayar biaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya