Jumat 03 Juli 2020, 12:11 WIB

Panglima TNI Evaluasi Terkait Prajuritnya yang Gugur di Kongo

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Panglima TNI Evaluasi Terkait Prajuritnya yang Gugur di Kongo

ANTARA
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memberikan keterangan pers usai pelepasan jenazah Pelda (Anumerta) Rama Wahyudi.

 

PANGLIMA TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan akan mengevaluasi Misi Stabilisasi Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo atau Monusco. Hal itu menyusul tewasnya Sersan Mayor Rama Wahyudi dan Pratu Syafii Makbul mengalami luka-luka akibat serangan milisi.

"Yah, tentunya evaluasi yang kita laksanakan evaluasi taktis di lapangan supaya tidak terjadi kejadian serupa,” paparnya saat melepas jenazah Sersan Mayor Rama Wahyudi di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (3/7).

Baca juga: OTT Bupati Kutai Timur, KPK Amankan 15 Orang

Ia memaparkan, seluruh prajurit TNI yang turut dalam baguan Monusco telah menjalan tugas prosedur. Meski demikian, pihaknya akan tetap mengevaluasi untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurut dia, pihak PBB juga tidak akan tinggal diam. Organisasi ini akan melakukan investigasi menyusul tewasnya Sersan Mayor Rama Wahyudi dan Pratu Makbul yang mengalami luka.

"Sehingga apa yang kita inginkan kegiatan di sana secara taktis di lapangan semuanya aman," ujarnya.

Mengenai Pratu Makbul yang mengalami luka, Hadi mengatakan kondisinya sudah pulih setelah mendapatkan perawatan. Sementara, jenazah Sersan Mayor Rama Wahyudi telah diterbangkan untuk dikebumikan di Pekanbaru, Riau.

"Kita menyaksikan pemberangkatan dari Lanud Halim, jenazah Pembantu Letnan Dua Rama Wahyudi untuk diterbangkan ke Pekanbaru," katanya.

Menurut Hadi, jenazah telah tiba dari Kongo pada Kamis (2/7) malam kemudian disemayamkan sejenak di hanggar skuadron 17, Halim Perdana Kusuma. Karena gugur dalam tugas, Serma Rama mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Pembantu Letnan Dua Anumerta serta mendapatkan hak-haknya selama masa bertugas.

"Hari ini sudah beres semuanya termasuk di antaranya kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, kemudian hak-hak beliau baik yang dari dalam negeri maupun dari hak yang PBB sudah termasuk semuanya," paparnya.

Hadi juga berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri yang telah membantu proses pemulangan jenazah Pembantu Letnan Dua Anumerta Rama ke Indonesia. Jenazah akan langsung diterima pihak keluarga sebelum dimakamkan.

"Kami seluruh keluarga besar anggota TNI merasa kehilangan. Kehilangan prajurit terbaik pada misi kedamaian, misi kemanusiaan," pungkasnya.

Sebelumnya, Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen Victor H Simatupang, menyebutkan PBB meminta pemerintah Kongo untuk mengusut tuntas penyerangan pasukan perdamaian yang menewaskan seorang prajurit TNI, Serma Rama Wahyudi.

"Sampai sekarang PBB sudah mendesak negara Kongo untuk mencari tahu siapa yang melakukan tindakan tersebut,” katanya.

Victor mengatakan proses investigasi ini turut melibatkan sejumlah pihak, seperti Military Police PBB, aparat setempat Kongo, hingga pihak-pihak yang berada di lokasi saat penyerangan terjadi.

“Beberapa hari yang lalu anggota kita sudah dimintai keterangan apa yang terjadi di lapangan,” tuturnya.

Selain itu, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri akan mendorong pemerintah Kongo untuk segera menyelesaikan kasus penyerangan itu.

“Kemlu kita nanti meminta KBRI kita yang ada di Kenya untuk mengirimkan nota diplomat ke pemerintahan di Kongo,” ujar Victor.

Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/ Monusco Letkol Czi M P Sibuea sebelumnya mengatakan peristiwa itu terjadi saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Hingga pukul 13.00 waktu setempat, almarhum yang menjabat sebagai Komandan Tim bersama 11 prajurit TNI lainnya melakukan tugasnya di Halulu hingga pukul 15.45 waktu setempat.

Saat perjalanan pulang dari Halulu ke Mavivi lebih kurang pukul 15.45 waktu setempat. Mereka ditembus oleh milisi dari Uganda yang masuk ke wilayah Kongo.

“Namun, ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo,” kata Sibuea.

Serangan mendadak itu diduga dilakukan Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonfl ik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri.

Baca juga: Bupati Kutai Timur dan Kepala Bappeda Ditangkap KPK di Jakarta

Selain itu, satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma Monusco.

“Satu prajurit TNI lainnya dalam kejadian itu, yakni Pratu Syafi i Makbul, juga mengalami luka-luka. Helmnya kena serpihan tembakan kemudian laporan terakhir di jidatnya terkena serpihan kaca yang tembus dari kaca depan kendaraan truk logistik yang saat itu digunakan,” pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

PSBB Transisi di Jakarta Diperpanjang, Fokus Penegakan Aturan

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 21:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta resmi memperpanjang PSBB Masa Transisi di fase pertama ini untuk keempat kalinya hingga tanggal 27 Agustus...
Antara

KPK Bidik Pencucian Uang Wali Kota Banjar

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 20:11 WIB
KPK saat ini tengah menyidik dugaan korupsi proyek insfrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar (2012-2017). KPK mensinyalir ada dugaan...
Antara

Mantan Bupati Bogor RY Ditahan KPK Lagi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 19:45 WIB
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kedua kalinya menahan mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya