Jumat 03 Juli 2020, 04:44 WIB

Indonesia dan WHO Teliti Tingkat Infeksi Covid-19

Ata/X-10 | Humaniora
Indonesia dan WHO Teliti Tingkat Infeksi Covid-19

Ilustrasi/pexels/Medcom.id
Para ilmuwan menemukan adanya manfaat vitamin K untuk melawan covid-19.

 

INDONESIA bergabung dengan pakar serologi global untuk meneliti covid-19 yang dikoordinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penelitian ini akan mempelajari secara komprehensif tingkat infeksi, kejadian infeksi ringan dan tanpa gejala, serta proporsi antibodi terhadap infeksi SARS-CoV-2 pada populasi umum berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia. Hal ini memastikan kekebalan populasi kumulatif.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, Wiendra Waworuntu, mengatakan, dengan keterlibatan itu pihaknya ingin menilai besarnya masalah dan menyelidiki tingkat infeksi covid-19.

“Deteksi dan penyebaran patogen pernapasan yang muncul seperti covid-19 disertai dengan ketidakpastian atas karakteristik utama epidemiologis dan serologis,” kata Wiendra, kemarin.

Perwakilan WHO untuk Indonesia Paranietharan menambahkan, sejauh ini bukti mengenai peran orang dalam fase tanpa gejala dan prasimptomatik dalam penularan di tingkat global dalam transmisi covid-19 masih terbatas.

“Berpartisipasi dalam studi internasional ini ialah cara untuk mendapatkan lebih banyak informasi untuk memahami tingkat infeksi yang sebenarnya pada populasi umum,” lanjutnya.

Di Indonesia, studi seroepidemiologis akan dipimpin secara bersama-sama oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Studi ini akan melibatkan para peneliti multidisiplin ilmu yang berasal dari berbagai institusi akademik dan penelitian, serta para ahli infeksi pernapasan akut, laboratorium rujukan regional, dan otoritas kesehatan di tingkat daerah.

WHO memberikan dukungan teknis kepada Kementerian Kesehatan untuk melakukan penelitian dan secara bersama-sama mengadaptasi protokol global Unity Study dengan pengaturan lokal dan karakteristik epidemiologis covid-19 di Indonesia.

Studi ini diharapkan melibatkan lebih dari 10 ribu peserta dari 17 provinsi dan 69 kabupaten/kota di Indonesia. Uji Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dan netralisasi akan digunakan untuk mengukur prevalensi antibodi covid-19.

Program WHO Unity Study ialah serangkaian protokol investigasi awal yang dirancang untuk mengumpulkan informasi untuk lebih memahami pola penularan, tingkat keparahan, gambaran klinis, dan faktor risiko infeksi covid-19.

Data yang dikumpulkan melalui studi ini digunakan untuk menyempurnakan rekomendasi dan lebih memahami berbagai aspek dari penyakit ini dan dampaknya terhadap masyarakat umum. (Ata/X-10)

Baca Juga

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH

Anggap Covid-19 Konspirasi, Aa Gym: Menzalimi Diri dan Orang Lain

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 10 Agustus 2020, 18:25 WIB
Aa Gym berharap masyarakat menyadari bahwa ujian pandemi harus disikapi dengan serius, tidak dengan kebodohan, kekonyolan dan...
MI/FRANSICO CAROLIO HUTAMA GANI

Mamah Dedeh: Protokol Kesehatan Harus Dimulai Dari Diri Sendiri

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 10 Agustus 2020, 18:20 WIB
Mamah Dedeh mengingatkan pada kelompok usia rentan covid-19, termasuk kelompok lansia agar menerapkan protokol...
DOK The Sultan Hotel & Residence Jakarta

The Sultan Hotel & Residence Hidupkan Kembali Sultan Pizzeria

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 10 Agustus 2020, 17:08 WIB
Sultan Pizzeria terletak di area main tower, dekat dengan Kudus Hall dan infinity swimming...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya