Jumat 03 Juli 2020, 03:50 WIB

Peningkatan Status Perkuat Kepercayaan

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Peningkatan Status Perkuat Kepercayaan

Bank Dunia/Tim Riset MI-NRC
Negara-Negara yang Naik Level

 

BANK Dunia per 1 Juli 2020 telah menaikkan status Indonesia dari negara berpendapatan menengah ke bawah menjadi berpendapatan menengah ke atas. Hal itu disebut hasil kerja keras masyarakat dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Pus- pasari menjelaskan kenaikan status tersebut juga merupakan bukti atas ketahanan ekonomi Indonesia dan kesinambungan pertumbuhan yang selalu terjaga dalam beberapa tahun terakhir.

“Selain itu, pemerintah terus mendorong serangkaian kebijakan reformasi struktural yang difokuskan pada peningkatan daya saing perekonomian, terutama aspek modal manusia dan produktivitas, kapasitas dan kapabilitas industri untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit transaksi berjalan, dan pemanfaatan ekonomi digital untuk mendorong pemberdayaan ekonomi secara luas dan merata,” terang Rahayu dalam keterangan resmi, kemarin.

Peningkatan status itu juga dinilai akan memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral, dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia.

Kenaikan status diberikan setelah berdasarkan penilaian Bank Dunia terkini, gross national income (GNI) per kapita Indonesia di 2019 naik dari US$3.840 menjadi US$4.050. Klasifikasinya ialah negara berpendapatan rendah dengan GNI per kapita US$1.035, menengah ke bawah US$1.036-US$4.045, menengah ke atas US$4.046-US$12.535, dan negara berpendapatan tinggi dengan GNI per kapita US$12.535.

“Klasifikasi kategori ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia, tapi dirujuk juga secara luas oleh lembaga dan organisasi internasional dalam petunjuk operasional,” ujar Rahayu.

Kenaikan status tersebut juga merupakan tahapan strategis dan landasan kukuh menuju target Indonesia Maju Tahun 2045.

Pemerintah, kata Rahayu, berupaya membuat kebijakan yang dapat memperkuat SDM melalui pendidikan, program kesehatan dan perlindungan sosial, membangun infrastruktur yang layak, memperkaya inovasi dan teknologi, memperbaiki kualitas layanan, meningkatkan efisiensi proses bisnis, serta menjaga APBN yang sehat.

Jadi indikator

Pengamat ekonomi Piter Abdullah menegaskan, naiknya peringkat Indonesia dalam kategori pendapatan menengah atas versi Bank Dunia hanya sebatas kenaikan pendapatan per kapita sehingga tidak mengubah apa-apa dan bahkan tidak berdampak pada perekonomian Tanah Air.

“Meski begitu, harus kita syukuri karena itu menjadi indikator adanya perbaikan di perekonomian kita. Itu juga bisa dijadikan sanggahan atas tudingan bahwa reformasi yang dilaksanakan oleh pemerintah tidak berdampak positif,” ungkapnya.

Piter menegaskan kenaikan peringkat itu harus menjadi pemacu bagi pemerintah untuk lebih baik lagi. Tantangan ini tentunya lebih berat di tengah pandemi covid-19 yang memangkas pertumbuhan perekonomian. (Des/X-11)

Baca Juga

MI/Permana

CEO Jouska Minta Waktu Untuk Ganti Kerugian Klien

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:43 WIB
Aakar Abyasa telah mengirimkan surat elektronik kepada klien yang merasa dirugikan. Dia juga menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen...
Ist/Kementan

Petani Jagung di NTB Siap Penuhi Industri Pangan dan Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:39 WIB
Koperasi Dinamika Nusa Agribisnis (DNA) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mampu merintis produksi jagung rendah alfatoksin yang...
Ilustrasi

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama KLHK Dilantik

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:43 WIB
Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II lingkup KLHK dilantik Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya