Jumat 03 Juli 2020, 03:55 WIB

Cuaca Buruk Kembali Landa Perairan NTT

Palce Amalo | Nusantara
Cuaca Buruk Kembali Landa Perairan NTT

ANTARA
Gelombang tinggi kembali landa peraairan NTT.

 

CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi melanda wilayah  Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakibatkan sejumlah perahu nelayan
tidak melaut. Pekan lalu, wilayah NTT juga dilanda cuaca buruk yang mengakibatkan armada pelayaran tidak melaut.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Ota Welly Jenni Thalo mengatakan tinggi gelombang di perairan mencapai empat meter dan kecepatan angin mencapai 25 knot per jam.

"Saat ini pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari tenggara-barat daya dengan kecepatan 6-20 knot, dan di wilayah selatan Indonesia dari timur tenggara dengan kecepatan 6-25 knot yang mengakibatkan peningkatan gelombang di laut," katanya, Kamis (2/7).

Gelombang tinggi dan angin kencang melanda wilayah NTT sejak dua hari terakhir. membuat perahu nelayan terutama di bawah 10 GT tidak bisa berlayar. Akibatnya, harga ikan di pasar naik.

Operator pelayaran juga diingatkan mewaspadai gelombang tinggi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama di Selat Sape, perairan bagian selatan Kupang hingga Rote. Selain itu, gelombang tinggi kemungkinan juga akan terjadi di Selat Sumba bagian barat, Samudera Hindia selatan Sumba hingga perairan Sabu Raijua.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," ujarnya. (R-1)

Baca Juga

Ilustrasi

PKS Siap Menangkan Pasangan Balon Gubernur Sulteng dari NasDem  

👤M Taufan SP Bustan 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:36 WIB
Ketua DPD PKS Donggala Takwin mengatakan, secara terpusat PKS sudah memberikan dukungan kepada pasangan Rusdi Mastura - Ma'mun...
MI/Cikwan Suwandi

Proses Biologi Limbah Kertas Bikin Warna Citarum Hitam

👤Cikwan Suwandi 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:30 WIB
DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang menyebutkan proses biologi limbah kertas di alam bisa menyebabkan...
MI/Cikwan Suwandi

Sungai Citarum Hitam, DLH Karawang: Akibat Debit Air Nol

👤Cikwan Suwandi 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:27 WIB
Kepala DLH Karawang menyimpulkan warna Sungai Citarum hitam beberapa waktu lalu akibat debit air Citarum yang nol karena penggalian di...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya