Jumat 03 Juli 2020, 02:46 WIB

Restrukturisasi Erick Thohir Sejalan dengan Reformasi BUMN

Widhoroso | Ekonomi
Restrukturisasi Erick Thohir Sejalan dengan Reformasi BUMN

ANTARA/Aprillio Akbar
Kantor Kementerian BUMN

 

HAL terpenting dalam pengembangan BUMN adalah manajemen yang harus diisi dan digerakkan oleh orang-orang yang memiliki visi dan komitmen. Selain itu, roadmap pengembangan BUMN yang menyeimbangkan tujuan sosial dan keuntungan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Hal itu diungkapkan Tanri Abeng saat menjadi Keynote Speaker dalam diskuisi dengan Reformasi BUMN Capaian, Tantangan dan Agenda Ke Depan yang dilakukan secara daring oleh Pusat Studi BUMN, Kamis (2/7).

Menurut Tanri Abeng, roadmap tersebut mencakup pertimbangan detail setiap BUMN seperti Pertamina dan PLN yang tidak akan diprivatiasi karena memiliki peran sosial dan nilai perusahaan yang besar bagi Indonesia.

"Saya memberi catatan positif atas sejumlah langkah Menteri Erick Thohir dalam soal restrukturisasi yang dijalankan termasuk klaster yang kurang lebih sama dengan apa yang dulu direncanakan pada awal reformasi BUMN," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan akademisi FEB-UNS Solo, Hery Sulistio. Ia menekankan pentingnya mendetailkan peran sosial BUMN yang mencakup pelayanan publik, pengembangan UMKMK dan industri rintisan. Detail peran sosial kemudian menjadi acuan pengembangan peran soxial BUMN di Indonesia dalam Roadmap BUMN.

"Meski demikian, dalam roadmap BUMN perlu mempertimbangkan kontekstualisasi peran sosial BUMN agar tetap relevan dengan tantangan industri keempat. Selain itu, peran sosial BUMN sebaiknya mampu menjadi bagian safeguard perekonomian terhadap situasi krisis, termasuk dalam situasi pandemi saat ini," lanjutnya.

Akademisi dari Universitas Hasanudin Makassar Mursalim Nohong menambahkan, semangat baru yang diusung untuk menjadikan BUMN sebagai value creator seharusnya mendapatkan dukungan secara maksimal dari seluruh stakeholder terlebih lagi Presiden Jokowi yang sesungguhnya adalah penangungjawab tertinggi.  

"Tantangan ke depan memang sedikit lebih berat karena bukan saja external environment tetapi juga internal. Opini yang dikembangkan dengan masih memposisikan BUMN seperti dulu ditengah kebebasan berpendapat. Untuk itu, penguatan pengembangan kelembagaan sangat perlu dibarengi dengan visi yang kuat , keberanian, kejujuran dan strong leadership," lanjutnya.

Lebih jauh, Mursalim mengkritisi pihak-pihak yang kerap mencoba membangun opini menyesatkan tentang langkah-langkah strategis Erick Thohir akhir-akhir ini. Menurutnya, langkah yang diambil Erick Thohir dalam melakukan restrukturisasi pada prinsipnya sudah on the track sebagaimana dicita-citakan sejak awal pembentukannya.

Akademisi dari Universitas Negeri Jember Hari Sukarno mempertegas bahwa keberadaan roadmap BUMN adalah hal yang wajib, baik bagi Kementerian BUMN maupun masing-masing klaster/holdingisasi BUMN. Namun, jelasnya, semua kunci suksesnya adalah manajemen. (RO/R-1)

 

Baca Juga

Antara/Aditya Pradana Putra

Pembahasan Tripartit RUU Cipta Kerja, Aspirasi Buruh Terserap

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 19:14 WIB
"Seluruh masukan yang sudah disusun tentunya akan menjadi rumusan penyempurnaan draf RUU Cipta Kerja yang akan dibahas lagi dalam masa...
Ilustrasi

Sektor Infokom, Peluang di Tengah Pandemi

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 17:59 WIB
Didik menyebutkan Indonesia mempunyai peluang dari sektor informasi dan komunikasi karena telah ada faktor pendukung seperti siapnya Palapa...
DOK PUPR

Peningkatan Jalan, Trotoar, KSPN Labuanbajo Selesai Akhir 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 17:36 WIB
Peningkatan jalan penataan trotoar serta drainase sepanjang 2,2 Km mulai dikerjakan sejak tanggal kontrak 7 April 2020 dan ditargetkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya