Jumat 03 Juli 2020, 01:45 WIB

Longsor Tewaskan Ratusan Pekerja Tambang

Longsor Tewaskan Ratusan Pekerja Tambang

AFP
Longsor Tewaskan Ratusan Pekerja Tambang di Myanmar

 

TIM penolong kemarin menemukan lebih dari 100 mayat pekerja tambang batu giok yang terkubur lumpur akibat longsor di Myanmar sebelah utara. Kasus itu merupakan salah satu bencana terburuk yang pernah menimpa Myanmar.

Dinas Pemadam Kebakaran Myanmar mengatakan bencana terjadi setelah hujan lebat turun di lokasi tambang di wilayah Hpakant, Negara Bagian Kachin yang berbatasan dengan Tiongkok. “Para pekerja terkubur oleh lumpur. Kami sudah menemukan sedikitnya 113 mayat,” kata sumber di dinas tersebut.

Polisi setempat menyebut para korban tidak memedulikan larangan untuk bekerja di tambang terbuka itu di saat hujan lebat. Sebagian lainnya mematuhi sehingga jumlah korban tidak bertambah banyak.

“Bisa saja yang tewas ratusan orang, lebih banyak daripada yang sekarang. Untungnya sebagian masih mengikuti peringatan kami,” kata pejabat kepolisian, Than Win Aung.

Foto-foto yang beredar memperlihatkan tim SAR berjuang menembus lembah yang penuh dengan lumpur. Mereka membawa para korban, yang dibungkus terpal, keluar dari danau lumpur di tengah hujan yang terus turun.
Sebuah video, yang belum diverifikasi kebenarannya, menunjukkan bagaimana longsor menghantam kawasan tersebut. Sementara itu, para pekerja berlarian menyelamatkan diri dengan naik tebing.


Bisnis besar

Banyak korban berjatuhan saat bekerja menambang batu giok di Myanmar. Kebanyakan mereka ialah pekerja migran, yang diberi upah kecil, untuk memenuhi permintaan batu giok dari Tiongkok. Sebagian lainnya datang dari komunitas etnik yang miskin yang mencari sisa-sisa dari penambangan besar.

Saat ini penambangan batu giok yang bersifat terbuka telah merusak alam di wilayah Hpakant. Tanah yang digali di mana-mana membuat pemandangan di tempat itu seperti di Bulan.

Longsor besar yang terjadi pada November 2015 menewaskan sedikitnya 100 orang. Tahun lalu, longsor juga menewaskan sekitar 50 pekerja tambang.

Umumnya penambangan batu giok di Myanmar dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Global Witness mengklaim pelakunya terkait dengan bekas pejabat junta, elite militer, dan kroni-kroni mereka. Organisasi pengamat itu memperkirakan industri batu giok di Myanmar menghasilkan keuntungan US$31 miliar pada 2014. (AFP/Van/X-11)

 

Baca Juga

Antara

Ilmuwan Jepang Beralih ke Ulat Sutera untuk Vaksin Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:55 WIB
Profesor Universitas Kyushu, Takahiro Kusakabe, dan timnya sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin unik menggunakan ulat...
Antara

Rusia Tawarkan Pasok Vaksin Covid-19 ke Filipina

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:45 WIB
Rusia bersedia memasok vaksin virus korona (covid-19) ke Filipina, atau bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk memproduksinya secara...
AFP/YONHAP

Banjir Korsel Akibatkan Puluhan Orang Meninggal, Ribuan Mengungsi

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 16:18 WIB
Hujan deras, tanah longsor, dan banjir di Korsel telah menewaskan sedikitnya 30 orang dalam beberapa hari terakhir. Namun, jumlah korban...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya