Kamis 02 Juli 2020, 20:22 WIB

Masyarakat Pesisir Diminta Awasi Narkoba Masuk dari Laut

Tri Subarkah | Megapolitan
Masyarakat Pesisir Diminta Awasi Narkoba Masuk dari Laut

Ilustrasi
Narkoba

 

KORPS Bhayangkara meminta masyarakat pesisir untuk ikut berkontribusi mengawasi penyelundupan narkotika lewat jalur laut. Pasalnya, belakangan marak sindikat internasional yang memasukan barang haram tersebut ke Indonesia melalui laut.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat pesisir agar tidak tergiur ajakan sindikat narkoba.

"Kami mengimbau seluruh warga masyarakat, khususnya wilayah pesisir, untuk tidak mudah tergiur ataupun diajak untuk mendapatkan order kegiatan yang tidak diketahui digunakan untuk kegiatan apa," kata Listyo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/7).

Listyo menyebut biasanya, para bandar narkoba mengiming-imingi uang yang besar sehingga masyarakat pesisir, khusunya nelayan, dapat membantu dalam penyelundupan narkoba.

"Biasanya ditawarkan dengan harga yang cukup menarik, namun tidak mengangkut orang," ujarnya.

Menurut Listyo, pihak kepolisian terus memberikan informasi kepada masyarakat pesisir sehingga tidak ada lagi jalur-jalur tikus yang dijadikan akses penyelundupan narkoba. Selain itu, sambungnya, pihaknya juga terus bekerja sama dengan instansi lain untuk memberantas masuknya narkoba ke Indonesia.

Baca juga : Polri: Ada Dua Jalur Sindikat Narkoba Internasional di Indonesia

"Ini sudah sepakat dengan treman-teman, juga baik di Bea Cukai, warga masyarakat sekitar pesisir pantai untuk kemudian selalu kita sosialisasikan dan kita sepakat kita harus lakukan pengawasan lebih ketat terhadap upaya-upaya mereka untuk menyusup di jalur-jalur tesrebut," tandasnya.

Sebelumnya, Listyo memaparkan dua kelompok besar sindikat narkoba Internasional yang masuk ke Indonesia. Keduanya berasal dari Timur Tengah dan kawasan Segitiga Emas yang meliputi Myanmar, Laos, dan Thailand melalui Tiongkok.

Diketahui, Tim Satgas Merah Putih Bareskrim Polri melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,2 ton di Lapangan Promoter, Polda Metro Jaya. Sabu tersebut disita dari sindikat internasional Iran-Pakistan.

Polisi mengungkap sindikat tersebut memasukan sabu ke Indonesia lewat jalur laut dengan metode ship to ship di perairan internasional Samudera Hindia. Sebelumnya, Listyo menyebut sindikat sabu itu menyewa kapal para nelayan yang digunakan untuk menangkap ikan. Mereka menyewa kapal nelayan seharga Rp240 juta. (OL-2)

 

Baca Juga

dok.mi

Daerah Penyangga DKI Diminta Aktif Cegah Covid-19

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 14:00 WIB
PEMPROV DKI membutuhkan dukungan dari kota-kota penyangga yakni Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan. Mereka diminta...
MI/Susanto

Indeks Demokrasi Jakarta Tertinggi, Ini PR Dari BPS

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 13:55 WIB
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan skor tertinggi dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap Indeks Demokrasi (IDI)...
MI/M Irfan

Jakarta Provinsi Paling Demokratis Menurut BPS

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 12:10 WIB
Menurut hasil survei Badan Pusat Statisik (BPS) yang dirilis kemarin, Jakarta mendapat skor tertinggi dalam penilaian Indeks Demokrasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya