Kamis 02 Juli 2020, 19:43 WIB

Pernikahan di Bawah Umur Bentuk Pelanggaran HAM

Atalya Puspa | Humaniora
Pernikahan di Bawah Umur Bentuk Pelanggaran HAM

Antara/Jafkhairi
Pelajar di Bogor melakukan aksi protes terhadap praktik pernikahan di bawah umur.

 

SETIAP tahun, terjadi 33 ribu pernikahan anak di bawah umur di sejumlah negara berkembang.

Di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, sebanyak 11,21% perempuan usia 20-24 tahun menikah sebelum 18 tahun. Artinya, 1 dari 9 perempuan di Indonesia menjalani pernikahan di bawah umur.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menekankan praktik pernikahan anak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca juga: Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Anak Aman Selama Pandemi

"Praktik perkawinan di bawah umur merampas hak anak. Perkawinan anak merupakan bentuk pelanggaran hak anak, dan ini berarti menjadi pelanggaran HAM," ujar Bintang dalam seminar virtual, Kamis (2/7).

Oleh karena itu, perlu upaya terstruktur dan holistik dari berbagai stakeholder untuk menghapus praktik perkawinan anak di Indonesia. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menjelaskan dari segi kesehatan, anak di bawah 18 tahun belum siap menikah. Pasalnya, hubungan seksual sebelum berusia 18 tahun memiliki potensi penyakit kanker mulut rahim.

Selain itu, banyak pertumbuhan dan perkembangan anak yang harus terhenti akibat kehamilan di bawah umur. "Puncak kepadatan tulang terhenti saat hamil. Sementara untuk anak usia 15 tahun seharusnya proses tersebut masih berlanjut. Akibatnya, yang hamil dan nikah pada usia dini akan mengalami osteoporosis lebih cepat," papar Hasto.

Baca juga: Update Covid-19, Pasien Sembuh Capai 26.667 Orang

Pernikahan di bawah umur juga berpotensi menghilangkan 1,7% pendapatan negara. Sebab, perkembangan sosial anak juga akan terhambat setelah menikah.

 "Ini juga akan berpengaruh pada bonus demografi. Banyak yang harus dipenuhi untuk memetik bonus demografi. Mulai menekan angka kematian anak, bayi dan ibu, serta menekan jumlah pengangguran,” tandasnya.(OL-11)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Bepergian, Salah Satu Masalah saat Harus Menyusui

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 22:07 WIB
Kendala utama dalam melakukan kegiatan menyusui muncul ketika sedang...
Dok Yayasan Dharma Bakti Lestari

BLT Pegawai Harus Segera Disalurkan dan Tepat Sasaran

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 22:01 WIB
Rerie mengingatkan agar penyaluran bantuan-bantuan tersebut tepat sasaran agar upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional dapat...
DOK KEMENDIKBUD

Pemerintah Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 21:42 WIB
Muhadjir mengingatkan dengan dibukanya pembelajaran tatap muka di sekolah di zona kuning, maka kewaspadaan dan kehati-hatian juga harus...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya