Kamis 02 Juli 2020, 15:33 WIB

Ini Kronologi Pembunuhan Babinsa oleh Anggota TNI di Tambora

Yurike Budiman | Megapolitan
Ini Kronologi Pembunuhan Babinsa oleh Anggota TNI di Tambora

123rf.com
Ilustrasi

 

KOMANDAN Pusat Polisi Militer TNI (POM TNI) Mayjen Eddy Rate Muis mengungkapkan kronologis pembunuhan Babinsa Tambora Serda HSP.

Kejadian berawal saat tersangka, Letda RW, datang ke Hotel Mercure Tambora pada 22 Juni sekitar pukul 01.50 WIB. Tersangka RW datang dalam kondisi setengah mabuk setelah mengonsumsi minuman alkohol.

"Yang bersangkutan (pelaku) ingin bertemu dengan pacar tersangka. Mereka belum pernah bertemu baru berkenalan di media sosial. Dan hari itu yang bersangkutan ingin ketemu di darat, datang ke Hotel Mercure," ujar Eddy di Mako Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (2/7).

Baca juga: Kalah Gugatan Penutupan Diskotek, DKI: Kami Sudah Sesuai Aturan

Saat tersangka tiba di hotel, tersangka dihalangi petugas untuk masuk. Hal itu dikarenakan Hotel Mercure merupakan salah satu tempat karantina bagi warga masyarakat terkait virus korona atau covid-19.

"Pertama, yang masuk ke hotel itu adalah orang-orang yang sudah diperiksa. Kedua, yang masuk hotel adalah para petugas. Selain itu tidak boleh masuk apalagi berkunjungnya pada malam atau dini hari. Tetapi yang bersangkutan karena pengaruh minuman keras, tetap memaksakan untuk masuk sehingga dihalangi," tutur Eddy.

Baca juga: Kualitas Air Krukut Bermasalah, Suplai IPA Cilandak Terganggu

Tak terima dihalangi, tersangka RW melakukan perusakan di dalam hotel dan penembakan sebanyak dua kali. RW menembak gagang pintu hotel yang terkunci.

Setelah itu, menembak lagi ke atas. Tersangka masuk lewat pintu belakang dan merusak properti hotel.

"Kemudian datang petugas dari Polsek dan Koramil, dalam hal ini ada Babinsa. Petugas datang karena ada laporan dari security hotel setelah mendengar suara tembakan," ujarnya.

Tiba di hotel, Babinsa Serda HSP, berpapasan dengan tersangka yang baru turun dari lantai 1. "Kemudian terjadi cekcok, dan dalam kondisi mabuk, tidak terima, tersangka kemudian mengejar korban dengan menggunakan senjata tajam badik," terang Eddy.

Korban akhirnya ditusuk dari belakang setelah sempat dikejar tersangka hingga terjatuh. Saat sudah terjatuh, tersangka menusuk korban kembali hingga mengakibatkan meninggal dunia.(X-15)

 

Baca Juga

Dok. Lapas Perempuan Tangerang

Lapas Perempuan Tangerang Bagi-bagi Masker Buatan Narapidana

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:27 WIB
Kegiatan bertajuk 'KUMHAM Peduli KUMHAM Berbagi' tersebut berlangsung di lingkungan Lapas, yakni Jalan Mochammad Yamin, hingga...
Dok Modernland Realty

TNI Dukung Penghijauan di Jakarta Garden City

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 00:50 WIB
PENGEMBANG perumahan Jakarta Garden City, PT Mitra Sindo Sukses yang merupakan anak usaha PT Modernland Realty...
Dok MI

Hari Ini Kasus Positif di Jakarta Tembus 1000 Pasien

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 20:15 WIB
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 12.934 (orang yang masih dirawat /...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya