Kamis 02 Juli 2020, 14:37 WIB

MRT Jakarta Bantah Angkutan Umum Tempat Penularan Covid-19

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
MRT Jakarta Bantah Angkutan Umum Tempat Penularan Covid-19

Antara
MRT Jakarta

 

ANGKUTAN umum bukanlah tempat yang paling tinggi risiko penularan covid-19. Hal ini didapati dari kajian yang dilakukan oleh School of Business and Management (SBM) ITB bekerja sama dengan PT MRT Jakarta.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menegaskan, kajian SBM ITB, di negara dengan mayoritas penduduknya menggunakan angkutan umum massal seperti kereta, jumlah kasusnya justru lebih sedikit. Seperti Hongkong yang berpenduduk 7,5 juta jiwa memiliki kasus hanya 1.100 atau kurang dari 1% dari kasus covid-19 yang ada di negara bagian Kansas, Amerika Serikat yang penduduknya mayoritas menggunakan angkutan pribadi.

Selain itu bisa dilihat juga di wilayah Manhattan, New York yang otang-orangnya mayoritas menggunakan 'subway' karena memang termasuk kota sibuk dan padat penduduk justru kasusnya lebih rendah dari State Island yang mayoritas menggunakan mobil pribadi.

Baca juga : Epidemiolog: Jakarta Belum Aman dari Covid-19

"Juga bisa dilihat Jepang yang terkenal dengan transportasi keretanya memiliki kasus covid-19 17ribu atau kurang dari 1% dari jumlah kasus covid-19 yang ada di AS. Ini membuktikan bahwa angkutan umum massal bukan tempat tinggi penularan covid-19," ujar William, Kamis (2/7).

Menurut William, hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Namun, dengan catatan bahwa protokol covid-19 harus dijalankan dengan konsisten dan disiplin bukan hanya oleh pengelola atau operator angkutan tetapi juga oleh pengguna.

"Kita juga bisa sama seperti itu. Yang penting adalah protokol kesehatan dilakukan dan dijaga konsisten. Dan konsistensi itu bukan hanya di angkutan umum tetapi juga di ruang-ruang publik maupun privat lainnya seperti anjuran pemerintah. Kalau kita disiplin, meski di tempat ramai sekalipun keterpaparan itu akan rendah. Tapi kalau kita tidak pakai masker, tidak jaga jarak, di tempat yang paling amanpun risikonya kan tetap tinggi," tegas William. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Angkut Lebih dari 50% Kapasitas, Angkot Kena Denda Rp50 Juta

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 22 September 2020, 17:30 WIB
Pada angkot diatur hanya boleh satu supir, tiga penumpang sebelah kanan, dan dua penumpang sebelah...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Wilayah 49 RT di DKI Jakarta Masih Banjir

👤Selamat Saragih 🕔Selasa 22 September 2020, 17:20 WIB
Petugas telah menyiapkan pos pengungsian di beberapa lokasi yaitu di mushola Riyadhul Saadah di Kelurahan Kembangan Utara, dan sejumlah...
MI/Andri Widiyanto

Raperda PSBB akan Dibahas Besok

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 22 September 2020, 16:35 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah merancang Raperda PSBB ini. Menjawab rekomendasi DPRD DKI agar diterbitkan Perda PSBB untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya