Kamis 02 Juli 2020, 13:43 WIB

Meski Terdampak Pandemi, OJK Nilai Industri Perbankan Sehat

Hilda Julaika | Ekonomi
 Meski Terdampak Pandemi, OJK Nilai Industri Perbankan Sehat

ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA
OJK meyakinkan industri perbankan masih sehat di tengah tekanan ekonomi karena pandemi covid-19. 

 

KEPALA Departemen Pengawasan Perbankan 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Defri Andri meyakinkan industri perbankan masih sehat di tengah tekanan ekonomi karena pandemi covid-19. 

Hal ini dilihat dari berbagai parameter baik secara standar internasional dan dalam kacamata kepentingan nasional.

“Berdasarkan parameter tersebut tingkat kesehatan bank saat ini masih dalam kondisi yang baik. Ditandai dengan beberapa angka,” ujar Defri dalam diskusi mengenai Kesehatan Bank di Tengah Pandemi, Kamis (2/7).

Lebih lanjut dijelaskan, parameter kondisi sehat tersebut dilihat dari data OJK Mei 2020. Pertama, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman. Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16% (di atas ketentuan).

Sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid/ non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 123,2% dan 26,2% jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Baca juga: Penyerapan Subsidi Bunga KUR Terealisasi 37,90%

Menurutnya, kondisi sehat perbankan bisa tercapai usai OJK mengeluarkan kebijakan stimulus yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 yang resmi diberlakukan itu juga mengatur restrukturisasi kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL).

“POJK ini dikeluarkan diharapkan bisa membantu debitur bisa memberikan multiplier effect terhadap perekonomian. Karena covid-19 ini berdampak ke sektor tertentu yang merembet ke sektor lainnya. Jadi restrukturisasi ini bisa membantu mereka,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah sejalan dengan OJK yang melihat industri perbankan masih dalam keadaan sehat. Ke depannya yang menjadi catatan adalah realisasi oleh perbankan atas stimulus yang telah dikeluarkan oleh pemerintah bagi perekonomian yang masih lambat.

“Kebijakan sudah cukup solid dan terkonsolidasi sehingga terlihat siap menghadapi covid-19. Yang masih ditunggu adalah realisasi khususnya bantuan-bantuan pemerintah terhadap perekonomian kita yang masih lambat,” sarannya. (A-2)

Baca Juga

Dok. Metric

Desain Interior dengan Ruang Interaktif Diminati Selama Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 19:46 WIB
Desain home office yang mendukung kegiatan bekerja dari rumah (work from home) dan interactive kitchen yang membuat kegiatan di dapur...
Dok MI

Pemerintah Siapkan PP Relaksasi Iuran BPJS Ketenagakerjaan

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 19:27 WIB
“Dengan adanya PP ini perusahaan dan pekerja diharapkan tetap dapat bertahan sampai ekonomi berangsur pulih,”...
Antara/Asep Fathulrahman

Lebih dari 1 Juta orang mendaftar di Gelombang IV Kartu Prakerja

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 19:12 WIB
Sedangkan pembukaan gelombang V akan dilakukan pada Sabtu (15/8) pukul 12.00...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya