Kamis 02 Juli 2020, 10:05 WIB

Hanya 2 Perusahaan Ditutup Selama Transisi, Disnaker: Kepatuhan C

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Hanya 2 Perusahaan Ditutup Selama Transisi, Disnaker: Kepatuhan C

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri sebuah perusahaan garmen di Jakarta

 

Dari hasil pengawasan kepada 1.259 perusahaan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta hanya menutup sementara dua perusahaan karena tak mematuhi aturan protokol kesehatan sesuai Peraturan Gubernur No. 41 tahun 2020.

Dari data Disnakertrans, selama PSBB Transisi ada 351 perusahaan yang diberikan peringatan pertama dan 101 perusahaan diberikan peringatan kedua.

"Kan bisa terlihat dari data ini, perusahaan yang melanggar benar-benar itu hanya dua, sehingga ditutup sementara," ungkap Kepala Disnakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah, Rabu (1/7).

Dari hasil pengawasan, Andri membantah perusahaan tidak mematuhi aturan jam kerja, sehingga menyebabkan antrean panjang di angkutan umum KRL.

Baca juga: KCI Sebut Protokol Kesehatan di KRL Cukup Ketat

"Ya kelihatan dari data ini kan. Selain itu, dari hasil rapat terakhir dengan tim gugus tugas pusat yang dipimpin oleh Pak Doni Munardo dan di situ ada Dirjen KA. Dirjen KA mengatakan landai," tuturnya.

Andri menjelaskan kebijakan pemberian peringatan pertama dan kedua dilakukan sebagai pembinaan kepada perusahaan yang sudah memenuhi protokol kesehatan, tapi belum maksimal dalam implementasinya.

"Kenapa ada peringatan? Karena biasanya perusahaan-perusahaan itu sudah melakukan protokol covid-19, misalnya menyiapkan tempat cuci tangan dan thermo gun. Tapi ada di perusahaan yang tidak menerapkan. Misalnya hand sanitizer ada, tapi tidak diingatkan untuk dipakai," ujarnya.

Sementara untuk perusahaan yang dilakukan penutupan sementara adalah perusahaan yang tidak memiliki kelengkapan sarana protokol kesehatan, yaitu tidak memperbanyak tempat cuci tangan. "Juga tidak ada pengecekan suhu dan atau tidak menyediakan hand sanitizer," ujar Andri.

Pelanggaran lainnya yang dianggap pelanggaran berat, sehingga perusahaan harus ditutup sementara adalah karena dinilai tidak menerapkan protokol kesehatan, yaitu tidak ada jaga jarak antarpegawai. Selain itu, tidak melaksanakan shifting jam kerja hingga tidak mewajibkan penggunaan masker.

"Itu yang fatal. Itu bisa langsung tutup sementara," tegasnya. (OL-14)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Trans-Jakarta Kembali Buka Empat Koridor Non BRT

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:35 WIB
Keempat rute tersebut adalah Rute 7A (Kampung Rambutan - Lebak Bulus), Rute 9D (Pasar Minggu - Tanah Abang), Rute D21 (Universitas...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Pintu Akses Tunggal Stasiun Tanah Abang kini Berlaku Setiap Hari

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:19 WIB
"Untuk memaksimalkan upaya jaga jarak ini, PT KCI juga memberlakukan pintu akses tunggal ini mulai pukul 14.00 pada hari...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Satpol PP: Ngotot Gelar Lomba Agustusan Akan Dibubarkan Paksa

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 19:05 WIB
Arifin mengaku sudah menginstruksikan semua jajarannya untuk mengawasi serta melakukan patroli terhadap perayaan yang mungkin dilakukan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya